KOTABUMI–Bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo, tegaskan RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi, tidak mengalami kekurangan obat-obatan dan sejenisnya. Namun ada persoalan lain yakni masalah pinjaman yang belum diselesaikan. kelangkaan obat untuk para pasien RS.
“Persoalannya bukan kelangkaan obat. Kita masih punya pinjaman yang belum diselesaikan,” tegas Bupati usai menghadiri sidang paripurna DPRD Lampura, pembahasan Perubahan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024, Senin (7/6).
Menurut Bupati, Persoalan pinjaman RSUD tersebut mencapai Miliaran Rupiah, yang saat ini sedang dalam proses audit oleh pihak Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dimana proses audit dimaksud masih belum selesai dilakukan. Meski demikian, Bupati memastikan bahwa pelayanan terhadap pasien masih tetap berjalan.
?Ditambahkan Budi, persoalan yang sedang dihadapi oleh pihak manajemen RSUD itu, merupakan kesempatan bagi pihak manajemen untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengatasi persoalan. Juga akan dijadikannya sebagai tolok ukur untuk menilai kemampuan Direktur RSUD yang baru.
Budi menegaskan, pemkab Lampura bukannya tidak memiliki uang untuk membantu RSUD Ryacudu, namun semua ada aturannya.
?”Ingat ya, apapun yang disebut angka harus ada verifikasi. Kalau enggak, kita namanya menyalahgunakan uang negara. Bukan tidak ada uang, uang ada,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, RSUD Ryacudu Kotabumi mengalami kekurangan obat – obatan lantaran tak memiliki cukup dana untuk membelinya.
?”Persediaan obat – obatan dan sejenisnya saat? ini masih sangat kurang karena keterbatasan anggaran untuk membelinya,” jelas Sri Haryati Direktur RSUD H.M. Ryacudu belum lama ini. (her)






