KOTABUMI–Bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo, tegaskan akan menyelesaikan permasalahan kekurangan obat-obatan dan sejenisnya di RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi. Dirinya akan mengambil sejumlah kebijakan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan. Diantaranya melakukan pinjaman pada lembaga keuangan, penambahan anggaran belanja obat pada Perubahan APBD 2021, negoisasi ulang jadwal pembayaran hutang dengan perusahaan penyedia obat, serta akan meminta toleransi jangka ?pembayaran hutang. “Kita akan selesaikan permasalahan kekurangan dana belanja obat dengan sejumlah kebijakan. Begitu pula dengan permasalahan lainnya, tentu menjadi perhatian kami untuk segera dituntaskan,” tegas Bupati Budi saat menyampaikan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi – fraksi dalam rapat paripurna DPRD Lampura, pembahasan Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lampura tahun 2019 ?- 2024, Rabu (9/6).
Penegasan bupati tersebut disampaikan, menjawab apa yang disampaikan fraksi Fraksi PKS dan Fraksi Partai Gerindra, yang menyampaikan persoalan tersebut dalam pemandangan umum fraksi – fraksi atas Rancangan Awal RPJMD tahun 2019 – 2024 di gedung DPRD Lampung Utara, pada Selasa (8/6) lalu.
Saat itu j?Juru bicara Fraksi PKS , Agung Utomo mengatakan, persoalan RSUD H.M.Ryacudu Kotabumi, ?merupakan persoalan mendesak yang harus segera diatasi. Alasannya, pelayanan prima dari RS sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Menurutnya, ?persoalan yang sedang dihadapi pihak manajemen RSUD bukanlah tanggung jawab dari Direktur RSUD semata melainkan juga tanggung jawab dari pejabat yang memegang kekuasaan. ?Peranan pejabat pemegang kekuasaan sangatlah dinanti untuk mengatasi persoalan RSUD. Ini persoalan krusial, karena berkaitan dengan pelayanan umum pada masyarakat. Karenanya harus segera diatasi,”ujarnya.
Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah H.M.? Ryacudu Lampung Utara sangat membutuhkan ‘pertolongan’ dari Pemkab Lampung Utara. Pasalnya, rumah sakit rujukan nasional itu mengalami kekurangan obat – obatan lantaran tak memiliki cukup dana untuk membelinya.
?”Persediaan obat – obatan dan sejenisnya saat? ini masih sangat kurang karena keterbatasan anggaran untuk membelinya,” jelas Direktur RSUD H.M. Ryacudu, Sri Haryati didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini, beberapa waktu lalu. (her)

Anggaran Belanja Obat Bakal Ditambah Pada Perubahan APBD 2021 




