Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Jun 2021 20:20 WIB ·

Anggaran Belanja Obat Bakal Ditambah Pada Perubahan APBD 2021 Atasi Kekurangan Obat Pada RSUD Ryacudu Kotabumi


 <span class=Anggaran Belanja Obat Bakal Ditambah Pada Perubahan APBD 2021 Atasi Kekurangan Obat Pada RSUD Ryacudu Kotabumi"> Perbesar

KOTABUMI–Bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo, tegaskan akan menyelesaikan permasalahan kekurangan obat-obatan dan sejenisnya di RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi. Dirinya akan mengambil sejumlah kebijakan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan. Diantaranya melakukan pinjaman pada lembaga keuangan, penambahan anggaran belanja obat pada Perubahan APBD 2021, negoisasi ulang jadwal pembayaran hutang dengan perusahaan penyedia obat, serta akan meminta toleransi jangka ?pembayaran hutang. “Kita akan selesaikan permasalahan kekurangan dana belanja obat dengan sejumlah kebijakan. Begitu pula dengan permasalahan lainnya, tentu menjadi perhatian kami untuk segera dituntaskan,” tegas Bupati Budi saat menyampaikan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi – fraksi dalam rapat paripurna DPRD Lampura, pembahasan Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lampura tahun 2019 ?- 2024, Rabu (9/6).

Penegasan bupati tersebut disampaikan, menjawab apa yang disampaikan fraksi Fraksi PKS dan Fraksi Partai Gerindra, yang menyampaikan persoalan tersebut dalam pemandangan umum fraksi – fraksi atas Rancangan Awal RPJMD tahun 2019 – 2024 di gedung DPRD Lampung Utara, pada Selasa (8/6) lalu.

Saat itu j?Juru bicara Fraksi PKS , Agung Utomo mengatakan, persoalan RSUD H.M.Ryacudu Kotabumi, ?merupakan persoalan mendesak yang harus segera diatasi. Alasannya, pelayanan prima dari RS sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurutnya, ?persoalan yang sedang dihadapi pihak manajemen RSUD bukanlah tanggung jawab dari Direktur RSUD semata melainkan juga tanggung jawab dari pejabat yang memegang kekuasaan. ?Peranan pejabat pemegang kekuasaan sangatlah dinanti untuk mengatasi persoalan RSUD. Ini persoalan krusial, karena berkaitan dengan pelayanan umum pada masyarakat. Karenanya harus segera diatasi,”ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah H.M.? Ryacudu Lampung Utara sangat membutuhkan ‘pertolongan’ dari Pemkab Lampung Utara. Pasalnya, rumah sakit rujukan nasional itu mengalami kekurangan obat – obatan lantaran tak memiliki cukup dana untuk membelinya.

?”Persediaan obat – obatan dan sejenisnya saat? ini masih sangat kurang karena keterbatasan anggaran untuk membelinya,” jelas Direktur RSUD H.M. Ryacudu, Sri Haryati didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini, beberapa waktu lalu. (her)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline