KOTABUMI —Pekerja atau pelaku usaha onggok (ampas singkong setelah diambil acinya) utamanya di Dusun Fajar Ratu Ulak Durian, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), lesu. Usaha yang dijalankan selama ini mengalami kemerosotan. Omzet penjualan menurun drastis yang mengakibatkan banyak kerugian. Bahkan diantara pelaku usaha ada yang gulung tikar. Salah satu penyebabnya yaitu lumpuhnya perusahaan industry sapi potong domestik yang membeli onggok tersebut. Apalagi omzet penjualan terbesar adalah perusahaan sapi potong, karena onggok merupakan bahan baku pakan sapi. Tentu saja kondisi ini berdampak pada anjloknya penjualan onggok itu sendiri. Banyak pelaku usaha yang merugi, karena onggok tidak laku terjual. Bahkan ada yang yang gulung tikar.
Aceng, salah satu pelaku usaha onggok di Dusun Fajar Ratu Ulak Durian, menjelaskan onggok yang merupakan ampas atau sisa gilingan tepung tapioka yang berasal dari singkong. Merupakan barang sampah dari hasil sisa penggilingan singkong. Onggok basah akan dijemur dilahan pengeringan di bawah sinar matahari. Ketika Onggok sudah kering, akan dijual untuk pakan sapi yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Lanjut Aceng, saat ini usaha yang digelutinya itu tengah lesu. Mereka berharap agar perusahaan industry sapi potong domestik dilampung dapat segera membaik. Sehingga mereka dapat melanjutkan usaha mereka seperti biasanya,”Kami berharap kedepannya perusahaan industry sapi potong domestik dilampung dapat segera membaik,”jelas Aceng, kepada Radar Kotabumi, Rabu (9/6). (Cw.10/her)






