KOTABUMI – Tim Pangan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Lampung Utara(Lampura) menyambangi gudang Bulog yang terdapat di Bernah Desa Mulangmaya Kecamatan Kotabumi Selatan, Jumat(23/7).
Tim yang dipimpin oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Lampung Utara(Lampura) Hi. Azwar Yazid diisi oleh Kabag Ekonomi Anom Sauni, Kabag Administrasi Pembangunan(Adbang) Ansyori Rasyid, dan Kadis Sosial Eka Dharma Thohir.
Kedatangan tim Pemkab Lampura ini dalam rangka memantau dari dekat ketersediaan pangan yang ada di gudang bulog tersebut disambut langsung Kepala Bulog Lampura Arief Kharisvan bersama sejumlah pejabat BUMN di kantor setempat.
“Kita lakukan peninjauan dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat bersama pihak Bulog dan beberapa OPD pada Kamis (22/7) kemarin,”ujar Asisten II Setkab Lampura Hi. Ir. Azwar Yazid, disela kunjungannya.
Langkah ini dilakukan, lanjut Azwar, sebagai upaya cegah tangkal dampak dari pandemi covid terkait ketahanan pangan yang ada di bumi Ragem Tunas Lampung tersebut.
“Kita ingin mengetahui secara fisik dan materian ketersediaan pangan daerah, guna memastikan seberapa besar kemampuan Pemerintah Daerah Lampung Utara, apabila akan melakukan intervensi pasar, ketika sewaktu waktu terjadi gejolak harga terhadap komoditas sembilan bahan pokok, sebagai dampak negatif ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemic covid 19,” jelas Azwar.
Menurut dia, hasil kunjungan lapangan yang dilakukan pihaknya, diperoleh informasi bahwa ketersedian pangan yang terdapat di Gudang Bulog Lampura, seperti beras medium, gula, tepung tapioka, dan minyak makan, dapat dipastikan mampu mem back’up pemerintah dalam melakukan intervensi pasar dalam interval waktu 6 bulan ke depan.
”Artinya manakala terjadi gejolak harga, komoditas yang ada di gudang bulog dapat diterjunkan guna mestabilkan harga dan menghindari kelangkaan sembako di pasaran,”imbuhnya.
Ditambahkan, Kabag Ekonomi Setkab Lampura Anom Sauni. Menurutnya berdasarkan hasil konfirmasi pihaknya cadangan pangan daerah, yang ada saat ini, terdiri dari beras sebanyak 3.000 ton, minyak makan 6 ton, gula 15 ton dan tepung tapioka 10 ton.
“Kesimpulannya Lampung Utara memiliki kesiapan untuk mengedalikan gejolak harga terhadap kebutuhan sembako, dalam kurun waktu enam bulan ke depan di Wilayah Kabupaten Lampung Utara,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Lampung Utara Arief Kharisvan menyatakan kesiapan pihaknya secara maksimal dalam upaya mendukung ketersedian pangan dearah khususnya Lampura.
“Kita akan berupaya secara maksimal membantu pemerintah, manakala terjadi lonjakan harga termasuk akibat covid -19,” katanya.
Tak lupa Arief juga mengapresiasi kedatangan tim Pemkab Lampura yang dengan sengaja datang dalam rangka memotivasi pihaknya dalam menyiapkan langkah – langkah optimal dalam mendukung program pemerintah daerah dalam menghadapi dan antisipasi terjadinya ancaman krisis pangan di Bumi Ragem Tunas Lampung.
”Kita sangat apresiasi. Kami berharap hubungan antara bulog dan Pemkab Lampura ke depan dapat lebih harmonis dalam bentuk pengembangan bidang usaha yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran daerah Lampung Utara,”pungkanya.(rls/rid)






