Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 5 Sep 2021 15:50 WIB ·

Musa Zainudin Dimakamkan di Negararatu – Sungkai Utara, Lampura


 Musa Zainudin Dimakamkan di Negararatu – Sungkai Utara, Lampura Perbesar

KOTABUMI – Kabar duka tertuju pada sosok Musa Zainudin Minggu pagi(5/9). Mantan Ketua DPW PKB Lampung ini dikabarkan meninggal dunia. Sejumlah pihak membenarkan kabar tersebut.
Aris Tama, salah seorang pengurus PB PMII menyebut jenazah Musa akan dibawa ke kampung halaman-nya yakni Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) dan kini sedang dalam perjalanan menggukan mobil Ambulan D 1725 IC.”Nanti akan transit di Bandarlampung,”singkat Aris.
Sumber lainnya, menambahkan jenazah sebelum dibawa ke Negararatu -Sungkai Utara, akan transit di rumah pribadi Musa Zainudin yang ada di Rawalaut – Bandarlampung.
” Rencananya akan mampir sebentar ke Balam di rumah Rawa Laut, tapi tidak di turunkan karena keluarga di Bandarlampung ingin mensolatkan bang Musa dulu,”ujar Komisioner KPU Lampura ini.
Ditambahkannya, diperkirakan jenazah sampai bandarlampung pukul 8 – 9 malam.
” Usai disalatkan pihak keluarga di Bandarlampung, jenazah diperkirakan akan langsung di bawa ke Desa Negararatu – Sungkai Utara, Lampura, ” jelasnya.
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun radarlampung.co.id(group Radar Kotabumi), Musa Zainudin, akan dimakamkan di pemakaman keluarganya. Tepat di samping pusara istrinya Azima Dimyati –sebelumnya meninggal dunia pada Mei 2021.
“Saat ini jenazah almarhum masih dalam perjalanan menuju ,” kata sumber tersebut.
Ditanya almarhum dirawat karena sakit apa, dirinya belum bisa menjelaskan secara detail. “Ini kami masih mengurus jenazah almarhum. InsyaAllah hari ini mau langsung dibawa ke kampung halamannya,” ungkap dia.
Kabar wafatnya pria yang pernah tersangkut perkara APBN Kementerian PUPR itu salah satunya beredar dari politisi PKB : Noverisman Subing, dalam laman instagramnya, Minggu (5/9).
“Telah meninggal dunia sahabat kita semua H. Musa Zainudin (Ketua PC PMII Lampung 1990-1991, Ketua PB PMII 1991 -1994, Ketua DPW PKB Lampung 2006–2018 di Rumah Sakit Edelweis Bandung karena sakit,” tulis Noverisman dalam laman instagramnya.
Sementara itu, wafatnya H. Musa Zainudin, tentunya menjadi pukulan berat bagi sejumlah kader Nahlatul Ulama(NU), PMII dan PKB Se-Lampung, serta sejumlah kolega lainnya.
Salah satunya disampaikan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. Dia meminta semua pihak memaafkan kesalahan mantan Ketua DPW PKB Lampung itu.
Dia juga bersedia menjadi saksi bahwa almarhum yang merupakan mantan Anggota DPR RI adalah orang baik.
“Ya Allah ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan beliau, beliau orang yang baik sangat baik, Selamat jalan, senior terdahsyat. Mohon keikhlasan sahabat-sahabat untuk membacakan alfatehah untuk almarhum Musa Zainudin Bin Ahamad Zainuddin, semoga beliau husnul khotimah. Aminnn,” ucapnya.
Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung Juharoh Haddad mengatakan, almarhum direncanakan dikuburkan hari ini, di Sungkai Utara, Lampung Utara. “Iya rencana dimakamkan di Sungkai, Lampug Utara. Semoga dihapus segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. Ananda Very (anak almarhum) diberikan kekuatan, keikhlasan, serta kesabaran,” ucapnya.
Ucapan dan kesan juga dikemukakan Anggota DPD RI asal Lampung Jihan Nurlela. Dia mengungkapkan Musa adalah sosok yang ngemong dan merupakan senior sekaligus mentor bagi dirinya.
“Kami semua kehilangan sosok senior, mentor yang baik, selamat jalan Bang Musa, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum,” tulis Jihan di akun instagramnya.
Sementara, mantan kader PKB Lampung Midi Iswanto mengungkapkan, Musa merupakan sosok pejuang keras, pekerja keras, dan sangat mendidik.
“Beliau sangat memperhatikan, mendidik, dan membimbing para kader-kadernya. Beliau mengutamakan kebersamaan dan kekompakan. Selalu membela kader-kader dan juniornya dan mengharap para junior dan kadernya menjadi orang baik dan jujur,” katanya.
Tentunya, kata Midi, semua kader dan junior merasa kehilangan dengan kepergian almarhum.
“Kami semua para kader dan juniornya sangat kehilangan. Beliau sangat banyak berbuat untuk Lampung, contoh Bandara Raden Intan II bisa bagus begitu, juga beliau ikut berjuang, Jalan Ir. Sutami bisa bagus juga beliau berjuang semasa menjadi anggota DPR-RI. Sebagai kader NU beliau banyak sekali berbuat. Semoga almarhum husnul khatimah, dan mari kita berdoa yang terbaik,” ungkapnya.
Dia menilai almarhum merupakan sosok yang suka berbincang. “Almarhum itu orangnya tidak bisa sendiri selalu minta ditemani ngobrol walau sampai malam. Makanya waktu beliau kesandung masalah, saat berada di Suka Miskin, kami semua sedih membayangkan siapa yang menemani beliau ngobrol di sana. Kata orang bang Musa galak, tapi sesungguhnya tidak, sangat humoris. Beliau salah satu guru saya di politik. Saya bisa begini juga karena beliau” kenangnya. (rid/abd/sur/rnn)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline