KOTABUMI—Lebih dari Rp.6 Miliar guyuran Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tahun 2021 hangus. Dana tersebut dikelola oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian dialokasikan pada sejumlah kegiatan pembangunan fisik. Rinciannya sebanyak Rp5,3 miliar dberasal dari Dinas Kesehatan dan Rp1,1 miliar berasal dari Dinas Pendidikan. Pada Dinas Kesehatan dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung puskesmas Bumiagung, dan pengadaan obat – obatan, serta belanja modal gedung laboratorium, instalasi air kotor. Sedangkan Dinas Pendidikan mengalokasikan dana tersebut untuk perbaikan SMPN 2 Abung Tinggi. Kegiatan itu lantas dibagi menjadi tiga paket proyek, dua pada Dinas Kesehatan dan satu paket pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sayangnya, ketika tiga proyek tersebut masuk pada proses pelelangan, paket proyek tersebut gagal memperoleh pemenang.
Kepala Subbagian Pembinaan dan Advokasi pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Lampura, Agusri Junaid?i, mengatakan, kegagalan dalam mendapatkan pemenang lelang proyek itu dikarenakan tidak ada satu pun peserta lelang yang memenuhi persyaratan. Padahal, pihaknya telah melakukan dua kali proses lelang. “Sudah dua kali dilelang, tetapi masih tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan sebagai pemenang tender,” jelas Agusri, Selasa (7/9).
Menurut Agusri, pelelangan untuk paket proyek pengadaan obat, tidak ada peminatnya. Sementara untuk? paket pembangunan puskesmas dan gedung SMP 2 Abung Tinggi tidak ada peserta lelang yang memenuhi persyaratan.
Dihubungi terpisah ?Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Natalia Manan mengaku bahwa kegagalan dalam lelang proyek ini sejatinya tidak sejalan dengan harapan mereka. Padahal, awalnya mereka berharap dengan gedung yang baru, pelayanan di puskemas tersebut akan dapat lebih maksimal.
“Kita tetap berharap di tahun – tahun berikutnya bisa tetap dapat DAK karena memang sudah disiapkan tanah hibah dari masyarakat,” terangnya saat ditanya mengenai tertutupnya peluang untuk kembali mendapatkan DAK fisik bidang kesehatan akibat kegagalan dalam lelang tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Matsoleh membenarkan bahwa ada satu paket proyek di instansinya yang gagal mendapatkan pemenangnya. “Yang gagal cuma satu paket. Nilainya Rp1,1 miliar,” pungkasnya (her)






