KOTABUMI-Terus bertambahnya sampah setiap harinya baik sampah kering maupun sampah basah membuat Dinas Perdagangan(Disdag) bersama Dinas Lingkungan Hidup(DLH) harus mengambil langkah-langkah, salah satunya akan mengolah sampah basah dari buah yang sudah busuk menjadi pupuk kompos.”Kita lihat kan di Taman Santap(TS) ini banyak sampah basah dari para Pedagang buah. Jika dibakar dia tidak bisa, jadi kita akan cari cara untuk di olah menjadi pupuk kompos. Untuk itu kita akan berkolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup,”ujar Kepala Dinas Perdagangan Hendri saat meninjau lokasi sampah, Selasa(13/10).
Sejauh ini lanjut Hendri, sampah-sampah basah dari buah tersebut di buang begitu saja.
Tidak hanya sampah basah yang ada di TS saja, namun yang ada di Pasar buah dan pasar tradisional lainnya juga akan di olah menjadi pupuk kompos.
Mengingat selama ini sampah-sampah basah tersebut sering menimbulkan bau tidak sedap.”Lokasi pengolahan sampah buah ini akan dilakukan di samping kantor Dinas PUPR. Nanti semua kita libatkan sehingga tau manfaatnya,”kata dia.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tomy Suciadi membenarkan bahwa pihaknya akan mengadakan Kolaborasi dalam pengolahan pupuk kompos bersama Disdag.
Sampah-sampah tersebut sebelumnya di buang ke TPA Alamkari, namun untuk yang di TS ini memang sudah banyak sekali menumpuk sampah buahnya.
Jika diingin di buang begitu saja sampah buah ini sangat sayang karena bisa diolah menjadi pupuk kompos.
Untuk saat ini sampahnya di keruk terlebih dahulu selanjutnya akan di buang di worksop yang lokasinya di samping kantor Dinas PUPR.
Sampah-sampah buah itu akan di olah di situ, nanti semu unsur hingga pedagang buah akan dilibatkan dalam pembuatan pupuk kompos. Sehingga nantinya pupuk-pupuk tersebut dapat dirasakan Masyarakat manfaatnya.”Nantinya pupuk-pupuk tersebut akan kita serahkan ke mereka dan para pengelolala.
Silakan pupuknya di gunakan untuk tanaman di rumah atau di kebun. Dengan begitu mereka bisa memanfaatkan buah busuk dan mengelolanya menjadi pupuk kompos. Dan sampah-sampah buah tidak lagi di buang sembarangan ataupun di buang ke TPS, sehinga menumpuk dan menimbulkan bau busuk,”pungkasnya.(ria/her)






