KOTABUMI—Musim penghujan saat ini sudah mulai datang, Masyarakat tentunya diminta untuk waspada.
Selain waspada banjir, musim penghujan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue(DBD).
Untuk itu Dinas Kesehatan(Diskes) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) meminta kepada seluruh Masyarakat untuk menggiatkan Pembratasan Sarang Nyamuk(PSN).
Mengingat di tahun 2021 ini kasus DBD hingga bulan Oktober hanya ada tujuh Kasus saja.
Itu artinya kasus ini menurun drastis jika dibanding tahun sebelumnya pada bulan Oktober mencapi lebih dark 300 kasus.”Alhamdulillah untuk kasus DBD kita tahun ini sangat turun Drastis sekali. Dimana hingga bulan Oktober 2021 hanya ada tujuh Kasus saja. Meski begitu kami minta kepada Masyarakat untuk tidak lengah dan terus menggiatkan PSN,”ucap Kabid P2P Diskes Lampura dr. Dian Mauli didampingi Kasi P2P M. Yusuf, Senin (8/11).
Sejauh ini lanjut dr. Dian, untuk daerah-daerah Endemis sudah mulai melakukan PSN.
Baik itu di Puskesmas 1 dan 2, Kelurahan Sribasuki dan Rejosari sudah mengerahkan Masyarakatnya untuk mengadakan gotong royong bersama melalui Jumat bersih.
Selain diminta untuk membersihkan rumahnya masing-masing, kegiatan PSN juga dilakukan di LK/RT nya masing-masing.
Dimana tempat-tempat air yang menggenang, baik di aliran Siring maupun tempat penampungan lainnya yang bisa menimbulkan jentik nyamuk dan bersarangnya nyamuk DBD juga dibersihkan.”Bukan cuma membersihkan rumah saja kita, tapi tempat-tempat penampungan air seperti Siring, ember-ember bekas yang ada di luar, bekas akua gelas yang tergenang air juga harus dibersihkan. Jika semua sudah kita jalankan insyaallah tidak akan ada penambahan kasus DBD,”kata dia.
Jika ada Masyarakat yang terkena DBD sambungnya, segera berobat ke Fasilitas kesehatan terdekat.
Jika kondisi semakin memburuk segera minta rujukan agar mendapatkan pelayanan secara maksimal di Rumah Sakit.
Setelah dinyatakan positif DBD melalui beberapa tes, tim dari Diskes akan turun ke lokasi untuk mengecek apakah ada warga lain yang juga terkena DBD.
Jika ditemukan kasus yang sama maka akan langsung dilakukan Fogging.
Fogging sendiri bisa dilakukan secara mandiri melalui Kelurahan/Desa yang mengajukan ke Puskesmas setempat dan bisa juga dilakukan oleh pihak Diskes.”Puskemas nanti sudah bisa secara mandiri melakukan Fogging jika terjadi kasus DBD di wilayah kerjanya. Untuk itu kita minta Masyarakat tetap waspada, jaga kebersihan di rumah dan di luar rumah,”pungkasnya.(ria/her)






