KOTABUMI–Beredar isu, jika pada Selasa (23/11), di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bakal diterjang angin kencang. Entah dari mana isu itu beredar, tetapi kabar tersebut beredar dari mulut kemulut di kalangan Ibu Rumah Tangga(IRT). Utamanya di seputar Kampung Baru, Kelurahan Kotabumi.
Seperti yang disampaikan Uni, jika dirinya memperoleh kabar tersebut dari tetangganya. Dikatakan jika tetangganya itu menonton siaran televisi yang menyiarkan informasi dimaksud. Meski tidak dijelaskan stasiun TV apa, namun informasi itu membuat Uni merasa takut. Bahkan ia tidak ingin menyekolahkan anaknya pada hari Selasa (23/11). “Takut lah mbak, ia kalau salah kalau benar gimana ?. Lebih baik saya tidak sekolahkan anak-anak dulu. Tolong cari tahu kebenarannya ya mbak” pinta Uni, Minggu (21/11).
Selain Uni, IRT lain diwilayah itu rupanya sudah mendengar kabar tersebut. Dengan beragan pemikiran antara yang mempercayainya dan menganggap itu hanya berita hoax belaka. Karenanya informasi tersebut dikonformasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Lampura.
Kepala BPBD Lampura Nozi Efialis didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiap Siagaan Mirza menyatakan, jika pihaknya belum menerima informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Lampura terkait akan adanya bencana angin kencang, diwilayah Lampura. Karenanya belum dapat dipastikan benar atau tidaknya dari kabar tersebut. Namun demikian masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi bencana alam yang mungkin saja terjadi. Tetapi jauh lebih baik, meningkatkan kewaspadaan.
BPBD sendiri, lanjutnya, sejauh ini sudah menggelar apel Siaga Bencana. Itu artinya pihak BPBD sudah mempersiapkan baik personil maupun peralatan jika ada wilayah di Kabupaten Lampura yang terkena bencana. Baik banjir, angin puting beliung, tanah longsor dan sebagainya.”Kita belum dengar informasi ini, namun kita tetap siaga. Kita minta Masyarakat juga siaga dan untuk tidak panik. Karena sejauh ini kita belum dapat informasi dari BMKG Lampura terkait akan adanya bencana angin kencang,”ucap Nozi.
Pihaknya juga meminta kepada seluruh Masyarakat yang memiliki pohon-pohon besar yang berdekatan dengan pemukiman warga dan berada di pinggir jalan untuk segera di tebang.
Jika memang pohon tersebut berbuah untuk segera dirapihkan.
Jangan sampai saat terjadi angin kencang, pohon tersebut malah roboh dan menimpa pemukiman warga atau pengguna jalan. Lebih baik melakukan pencegahan sejak awal.”Kalau terjadi bencana Tim Reaksi Cepat(TRC) BPBD Lampura tentu siap untuk membantu Masyarakat. Baik melakukan evakuasi masyarakat ataupun barang-barang berharga mereka. Untuk itu kita minta kesadaran dari Masyarakat, jangan menunggu tejadi terlebih dahulu baru kita tebang pohonnya. Ini semua demi keselamatan bersama,”himbaunya.
Kepada Masyarakat juga tambah Nozi, untuk tidak menceritakan hal yang berlebihan sehingga membuat tetangga dan Masyarakat lainnya merasa ketakutan.
Lebih baik berdoa bersama dan tidak membesar-besarkan kabar tersebut.
Mudah-mudahan Kabupaten Lampura diajukan dari segala macam bencana.”Lebih baik kita banyak-banyak berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk bencana. Selagi BMKG belum mengumumkan akan terjadi bencana kita minta Masyarakat tidak panik dan tidak gegabah,”himbaunya.(ria/her)






