Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 2 Des 2021 18:53 WIB ·

Pemuda Negeri Ujungkarang, Kontraktor dan Pekerja Proyek Berdamai Proyek jalan yang sempet terhenti, dilanjutkan kembali


 caption : Joni Bediyal tokoh masyarakat desa Negeri Ujungkarang yang juga ketua komisi III DPRD Lampura, menunjukan Surat Perdamaian yang ditandatangani pihak-pihak yang berselisih paham Perbesar

caption : Joni Bediyal tokoh masyarakat desa Negeri Ujungkarang yang juga ketua komisi III DPRD Lampura, menunjukan Surat Perdamaian yang ditandatangani pihak-pihak yang berselisih paham

KOTABUMI–Konflik antara sejumlah pemuda Desa Negeri Ujungkarang, Kacamatan Muara Sungkai, Lampung Utara (Lampura) dengan kontraktor dan pekerja proyek pembangunan jalan di desa tersebut berakhir damai. Proses perdamaian dilakukan dikediaman keluarga Firmansyah (kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut-red) dikelurahan Kotabumi Ilir, Kotabumi, Rabu (1/12) malam. Hadir pula tokoh masyarakat desa Negeri Ujung Karang yang juga ketua komisi III DPRD Lampura, Joni Bediyal. “sejumlah pemuda secara langsung menyampaikan permohonan maaf terhadap saudara Firmansyah, dan kedua belah pihak bersepakat menjalin perdamaian,” jelas Joni Bediyal digedung DPRD Lampura,Kamis (2/11)

Ditambahkan Joni, jika perdamaian itu dikukuhkan dengan Surat Perdamaian diatas materai, yang ditandatangi masing-masing pihak. Dengan demikian, tidak ada lagi persoalan antara kedua belah pihak. Bahkan pemuda disana akan membantu mengamankan pekerjaan proyek yang sempat tertunda itu. “Dengan perdamaian ini, sudah tidak ada persoalan lagi. Kemudian sesuai kesepakatan kami akan langsung ke Mapolres Lampura, untuk mengajukan permohonan pencabutan perkara” ujar Joni seraya menunjukkan Surat Perdamaian.

Joni Bedyal mengatakan, pembangunan proyek di daerah mereka tersebut akan kembali dilanjutkan, apalagi waktu yang tersedia tidak banyak lagi. ‎Para pemuda di desa mereka juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek tersebut hingga selesai sesuai rencana.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jalan Negeriujungkarang-BTS Way Kanan terhenti setelah diduga beberapa pekerja mendapat ancaman dengan senjata tajam dari sekelompok pemuda pada 17 November lalu.

Para pekerja proyek pembangunan dengan nilai berkisar Rp 900-an juta itu akhirnya meninggalkan lokasi. Sejumlah alat berat yang sebelumnya berada di lokasi diangkut kembali meninggalkan tempat.

Akibat insiden itu, para pekerja mengalami trauma dan ketakutan. Asy Sadis Al Mushofa salah satu pekerja kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Lampung Utara, untuk ditindak lanjuti, dengan nomor laporan: STPL/1688/B-1/XI/2021 /SPKT Polres Lampunra, tertanggal 17 November 2021. (ndo/her)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline