KOTABUMI-Tahun ajaran 2022 Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka(PTM) perlahan mulai di buka. Begitu juga dengan Madrasah yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura).
Hal ini yang dikatakan Kepala Kementrian Agama(Kemenag) Lampura H.Totong Sunardi. Di awal tahun 2022 ini PTM bagi para Siswa Madrasah mulai di buka.
Namun Madrasah sendiri tidak mengadakan PTM secara penuh, PTM hanya dilakukan sebanyak 50 persen saja.Hal ini sesuai Surat Keputusan Bersama(SKB) empat Menteri bahwa Pelaksanaan capaian Vaksinasi belum mencapai 80 persen, jadi harus tetap ada pembatasan.”Alhamdulillah sekolah sudah kita buka sejak 3 Januari 2022 lalu.
Baik Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah. Namun untuk PTM nya kita buka 50 persen terlebih dahulu,”ucap Totong saat diwawancarai Radar Kotabumi, Rabu(5/1).
Dalam PTM 50 persen tersebut lanjut Totong, Madrasah bisa membuat sif dalam pembelajaran. Baik Sif dalam harian ataupun dalam pengaturan jam belajar.
Semua diserahkan kepada pihak sekolah dengan catatan semua harus mematuhi protokol kesehatan.
Yang utamanya pihak sekolah tidak memberikan contoh yang tidak baik kepada siswa yakni mengabaikan Prokes.”Yang utamanya itu Prokes. Saya sudah minta kepada pihak sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya. Baik ketersediaan masker, tempat cuci tangan di setiap kelas lengkap dengan sabun, penggunaan Handsanitizer sebelum masuk ke kelas ini harus di terapkan. Dengan patuhnya kita terhadap Prokes tentu anak-anak juga akan patuh,”paparnya.
Setelah mengadakan PTM di hari pertama tambah Totong, Ia langsung memanggil para Kepala Madrasah untuk mendengarkan secara langsung pelaksanaan PTM di hari pertama apakah ada kendala atau tidak.
Setelah mendengar keterangan dari para Kepsek, sejauh ini respon dari para siswa sangat antusias dan dukungan dari orang tua juga sangat terlihat.”Alhamdulillah tidak ada kendala dalam PTM yang sudah kita jalankan. Kita juga minta kepada orang tua untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya. Jangan sampai mereka pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum. Hal ini kita lakukan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,”pungkasnya.(ria/her)






