Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Jan 2022 21:27 WIB ·

Karangan Bunga ‘Nyeleneh’ Sindir Sekda Disebut sebagai Pemberi Harapan Palsu


 <span class=Karangan Bunga ‘Nyeleneh’ Sindir Sekda Disebut sebagai Pemberi Harapan Palsu"> Perbesar

KOTABUMI–Ada yang menarik pada lounching Toko Bunga Queen di Kotabumi, Lampung Utara (Lampura). Pada deretan karangan bunga yang dipajang dijalan Jendral sudirman, terdapat satu karangan bunga yang ‘nyeleneh’. Bukan ucapan atau pesan yang ditulis pada karangan bunga yang tepat terpasang didepan rumah jabatan wakil bupati Lampura itu. Tetapi lebih pada sosok pengirim karangan bunga yang tertera dibagian bawah karangan bunga tersebut. Di situ tertulis kalimat “pejabat yang di-PHP-in Sekda”. Singkatan PHP sendiri biasa dipergunakan untuk singkatan Pemberi Harapan Palsu. Sedangkan Sekda, biasanya dipergunakan untuk sebutan Sekretaris Daerah.

Dengan begitu pengirim karangan bunga tersebut menyampaikan pesan bahwa bunga itu dari Pejabat yang diberi harapan palsu oleh Sekda. Jika yang dimaksud Sekda adalah Sekda Lampura, maka sudah pasti maksudnya adalah Hi. Lekok. Karena Hi.Lekok yang kini menjabat sebagai Sekda Lampura.

Karuan saja, karangan bunga nyeleneh itu ramai diperbincangkan dan menjadi bahan candaan. Ada yang menafsirkan jika karangan bunga itu sengaja dikirim untuk memberi pesan pada Sekda Lampura. Bahwa dirinya merupakan pejabat yang di PHP. Ada pula yang mengatakan itu hanyalah sindiran bagi Sekda Lampura. Tetapi juga ada yang menyebut bahwa itu hanyalah pekerjaan iseng semata.

Sementara itu Sekda Lampura Hi. Lekok, yang dikonfirmasikan mengatakan jika dirinya tidak pernah memberikan janji pada pejabat untuk menempati posisi kursi jabatan tertentu. Menurutnya, mereka yang mendapat kan kursi jabatan karena sudah sesuai dengan prosedural kompeten fungsional dan Struktural. “Saya menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh oknum tersebut. Perbuatan itu tidak elok, mungkin juga oknum yang membuat papan ucapan itu terlalu percaya diri tetapi tidak kompeten, saya hanya menilai tetapi keputusan ada pada Bupati,” ucapnya. (her)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline