KOTABUMI-Persoalan minyak terus menjadi trending topik terutama di kalangan ibu Rumah Tangga dalam beberapa bulan terakhir.
Pasalnya harga minyak goreng terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Warga yang biasanya membeli minyak goreng kemasan dengan harga Rp.14 ribu per liternya, kini harus membayar sampai dengan Rp.20 ribu perliternya.

ilustrasi net.
Karenanya Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan jemput bola untuk membantu Masyarakatnya.
Dari hasil jemput bola tersebut, puluhan ribu minyak goreng kemasan merk Kompas Kemasan Sederhana isi bersih 1 liter produksi PT. Tunas Baru Lampung TBK akan beredar di Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melalui Operasi Pasar(OP) Murah yang akan digelar Dinas Perdagangan Lampura.”Alhamdulillah Kabupaten Lampura dapat 18.000 liter dan akan kita bagi di tiga titik strategis,”ucap Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampura Hendri,Selasa (18/1).
Masing-masing titik lanjut Hendri, akan mendapat jatah 6000 liter minyak goreng.
Direncanakan belasan ribu liter mintak tersebut akan di jual di Pasar Sentral, Pasar Propau dan salah satu Pasar yang ada di wilayah Sungkai.
Untuk harganya sendiri tentu jauh lebih murah yakni Rp 14.000 per liter dibandingkan beli di luar OP yang harganya bisa mencapai Rp 20 Ribu per liter, tergantung mereknya.”Kalau tidak berubah di tiga titik lokasi itu. Rencana Bazar itu akan kita adakan dalam waktu dekat. Dan untuk titik lokasi akan kita laporkan kepada Pimpinan terlebih dahulu. Sehingga semua bisa tepat sasaran dan Masyarakat bisa merasakan minyak goreng murah ini,”ucapnya.
Hendri juga berharap dengan adanya minyak Goreng merek Kompas ini, Masyarakat Kabupaten Lampura terutama Ibu Rumah Tangga sedikit terbantu.
Karena setiap satu Kartu Tanda Penduduk(KTP) hanya boleh membeli minyak goreng satu paket saja. Satu paket tersebut terdiri dari 2 liter.
Jadi di lokasi tidak ada Masyarakat yang boleh membeli dalam jumlah banyak.”Kita batasi, sesuai intruksi dari Pemerintah Provinsi Lampung bahwa satu Masyarakat atau satu KTP hanya bisa membeli satu paket saja. Mereka yang datang ke Bazar harus membawa Foto Copy KTP dan mematuhi Protokol Kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,”pungkasnya.(ria/her)






