KOTABUMI–Minyak goreng di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mulai mengalami kelangkaan. Disejumlah ritel modern sebagai penyedia minyak goreng satu harga yang ditunjuk, juga tidak lagi menjual minyak goreng. Karenanya Dinas Perdagangan(Disdag) Lampura melakukan insepksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen besar minyak goreng dan Gudang ritel modern Alfamart.
Dalam sidak itu, Disdag melakukan pengecekan ketersediaan minyak goreng. Dalam kegiatan tersebut Disdag menggandeng Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lampura.

Sejumlah ritel modern tak lahi menjual minyak goreng satu harga ditokonya.
Dari hasil turun ke bawah Disdag bersama Polres menemukan bahwa kiriman terakhir minyak goreng dari Produsen bulan Desember 2021 lalu. Jadi mereka masih menggunakan harga lama dan stoknya sudah habis satu Minggu yang lalu.
Untuk itu mereka mengajukan permintaan penyesuaian harga saat ini.”Misalnya mereka beli minyak goreng dengan harga sekian itu minta diganti dengan produsennya, sehingga semua berjalan sesuai aturan.
Seperti yang sudah dijelaskan Menteri Perdagangan yang sudah dikeluarkan dalam pengaturan harga minyak goreng dengan tiga klasifikasi,”ucap Hendri, Minggu(6/2).
Peraturan yang dikeluarkan Mendag ini lanjut Hendri, memang belum berjalan secara maksimal.
Untuk itu akan disampaikan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Lampung dan Kementrian Perdagangan agar bisa lebih menekan lagi kepada Produsen untuk melakukan penyuplaian minyak ke Kabupaten Lampura.”Sama saat kita cek di gudang Alfamart juga itu kita dapat keterangan kalau penyuplaian minyak memang belum maksimal.
Kita ketahui juga gudang Alfamart di Lampura ini membawahi beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung, kita berharap Lampura bisa diutamakan dan diistimewakan,”harapnya.
Dari hasil temuan di lapangan masih Hendri, dapat disimpulkan bahwa suplai dari Produsen memang belum maksimal.
Untuk itu tujuan utama menggandeng pihak Polres Lampura ini sendiri untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan.
Mulai dari Penimbunan minyak dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.”Semua temuan kita di bawah sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada stake holder terkait agar menjadi perhatian khusus dalam penyuplaian minyak goreng,”paparnya.
Dikala nantinya tambah Hendri, terjadi kelangkaan minyak goreng yang cukup parah, maka Disdag Lampura akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung serta stake holder lainnya untuk melakukan Operasi Pasar(OP).”Kalau memang sudah langka minyak goreng ini kita siap adakan OP,”pungkasnya.(ria/her)






