Sadar akan tugasnya, meskipun abai dengan kesehatan, dan keselamatan yang kapan saja dapat mengancam nyawanya, kedua wanita paruh baya tersebut, tampak, tak sedikitpun menyurutkan semangat keduanya dalam menggeluti profesi sebagai petugas kebersihan jalan. Dan hal itu harus mereka jalankan karena merupakan sebuah tugas dan tanggungjawab dalam membersihkan lingkungan, sehingga para warga, pejalan kaki, dan pengendara yang melintasi jalan setempat dapat merasa nyaman.
Andi, salah seorang pengendara yang sedang beteduh mengaku merasa iba kepada kedua wanita paruh baya tersebut. Mereka adalah wanit yang tegar, dibawah derasnya hujan, dan kencangnya angin yang berhembus, mereka tetap bersenggama dengan sampah dan ranting-ranting yang berserakan di sekitar bahu jalan.
“Saya merasa terharu melihat semangat mereka dalam menjalankan tugas, meskipun gajih yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan resiko pekerjaannya lapangan, bagi saya merekalah Pahlawan Kebersihan” kata Andi seraya memanggil kedua ibu itu agar berteduh karena masih hujan lebat, Sabtu (5/3).
Senada dikatakan Ali peneduh lainnya, kedua wanita tersebut rela berhujan-hujanan hanya untuk membersihkan jalan dari sampah. Setiap hari profesi mereka jalani agar keindahan dan kebersihan lingkungan dipusat perkotaan selalu bersih dan sedap dipandang mata.
“Semoga kedepan pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan jalan. Tanpa meraka mungkin pusat perkotaan tidak akan bersih seperti yang kita lihat sekarang ini” pungkasnya. (fer/her)






