ABUNGPEKURUN – Selain sektor pertanian, sektor perkebunan juga nampaknya masih menjadi salah satu unggulan bagi masyarakat Lampung Utara(Lampura). Hal ini tampak pada sejumlah kecamatan yang masih memposisikan komoditi kopi sebagai hasil perkebunan andalan diantaranya Kecamatan Abung Pekurun, Abung Tengah, Tanjungraja, dan Kecamatan Bukitkemuning.
Bahkan, Selasa(15/3) Dinas Pertanian Lampura menyempatkan diri untuk meninjau lokasi perkebunan kopi yang terdapat di Desa Pekurun Udik, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Setempat.
Kehadiran tim tersebut dipimpin Kabid Perkebunan, Ir. M. Islam Arief, didampingi Kasi Bina Usaha Perkebunan, Noviana, Staf Seksi Bina Usaha Perkebunan, Sutowo, mengadakan kunjungan sekaligus pembinaan kepada para petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Mulyo, Desa Pekurun Udik, Kecamatan Abung Pekurun.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Abung Pekurun Bauhari, Kepala Desa Pekurun Udik, Amar Ma’ruf, beserta pengurus kelompok tani dan petani kopi di desa setempat.
Dalam arahannya, Kabid Perkebunan Ir. M. Islam Arief, mengatakan betapa pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani yang ada di Desa Pekurun Udik. Para petani juga harus jeli dan berinovasi dalam pengembangan tanaman kopi.
Seperti yang dilakukan seorang Jumani petani kopi setempat yang menggunakan metode stek lancur sehingga memberikan hasil yang memuaskan dalam dua tahun terakhir ini.
“Di kebun beliau juga diusahakan jenis kopi yang berasal dari Jember(Jawa Timur), Kerinci(Jambi), bengkulu, dan kopi gayo yang berasal dari Aceh,”jelasnya.
Ditambahkan Kades Pekurun Udik, Amar Ma’ruf, menjelaskan kunjungan tim Dinas Pertanian Lampura, dalam rangka upaya pembinaan, sehingga berbagai kendala terkait sektor perkebunan kopi ini dapat teratasi.
”Kunjungan dan pembinaan kepada para petani kopi ini diharapkan dapat mengakomodir berbagai keluhan yang dialami oleh petani kopi,” kata Kades Pekurun Udik.
Dijelaskan Ma’ruf – sapaan akrab – Kades Pekurun Udik ini, luasan perkebunan Kopi di Desa yang dipimpinnya mencapai kisaran 25 Hektar. Dengan potensi luasan lahan perkebunan kopi tersebut diharapkan adanya bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan Petani Kopi di Desa Pekurun Udik.
”Ini baru desa pekurun udik sekitar 25 hektar. Belum lagi desa lainnya. Kita berharap kehadiran dinas pertanian ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman kopi ini. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kopi,”pungkas Ma’ruf, seraya menyatakan tim dinas pertanian sempat meninjau perkebunan kopi milik petani setempat.(rid)






