KOTABUMI – Sejumlah icon sebagai symbol kabupaten Lampung Utara(Lampura) tampak kusam dan tidak terawat. Seperti yang terlihat pada Tugu Payan Mas dan Tugu Pengantin yang ada di Kabupaten Setempat.
Pantauan Radar Kotabumi, kedua icon/symbol Lampura tersebut, tampak sudah kusam cat-nya, bahkan cat pada siger(pakaian adat untuk penutup kepala) pada Tugu Payan Mas, dan Tugu Pengantin sudah tidak seperti sebelumnya, yakni kuning keemasan. Kini telah berganti menjadi warna putih kehitaman.
Alian Arsil selaku masyarakat setempat mengeluarkan kritikan pedas terkait tidak terawatnya icon – icon tersebut sebagai symbol Lampura. Khususnya, Tugu Payan Mas yang menjadi symbol utama Kabupaten Berjuluk Ragem Tunas Lampung itu. Karena, keberadaan strategis di jalur jalan lintas Sumatra (Jalinsum).
”Kalau orang mau melihat Lampung Utara, ya lihat saja Tugu Payan Mas. Itu simbolnya. Kalau sudah tidak terawat, maka bisa dipastikan (icon, Red) yang lain juga sama,” tegasnya, dan terbukti hal serupa terjadi pada Tugu Pengantin.
“Tugu pengantin ini, letaknya tepat dipintu masuk komplek perkantoran bupati Lampung Utara. Sehingga, menimbulkan kesan kesembrautan. Belum kita lihat lokasi pasarnya. Depan mata saja tidak terawat,” katanya.
Mestinya, lanjut Alian, Pemkab Lampura melalui dinas terkait dapat mengalokasikan anggaran rutin bagi perawatan icon – icon Lampura tersebut. Sehingga dapat terjaga keindahannya.
”Kalau dialokasikan anggarannya(oleh pemerintah daerah, Red), pasti akan terawat dengan baik setiap tahunnya. Atau dianggarkan tapi tidak dialokasikan untuk perawatannya ?,” seru dia penuh tanda tanya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Lampura Tomy Suciadi, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait dengan perawatan Icon Lampura tersebut. Pasalnya, nomenklatur bidang pertamanan baru dialihkan ke DLH Lampura.
”Setau saya urusan pertamanan yang nomenklaturnya ke kita. Tapi kita akan koordinasikan dulu dengan pimpinan terkait ini,”katanya.
Meski begitu, lanjut Tomy, pihaknya akan menganggarkan pengecatan kembali Tugu Payan Mas dan Tugu Pengantin itu agar menjadi lebih indah.
”Kemungkinan akan kita anggarkan pada APBD Perubahan 2022,”timpalnya.
Ditanya biaya perawatan rutin, Tomy mengatakan, hingga kini pihaknya belum menganggarkan karena harus melalui kegiatan khusus.
”Harus masuk dalam kegiatan khusus(pengecatan, Red) itu. Karena cat yang digunakan juga cat khusus. Sehingga hasilnya dapat menjadi baik,”pungkasnya.(rid)






