KOTABUMI-Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) menggandeng beberapa Dinas Intansi terkait, Minggu (22/3) turun ke sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura).
Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampura Hendri menjelaskan, dari hasil laporan anggotanya bersama tim turun ke bawah, memang menemukan beberapa bahan Pangan Sembako mengalami kenaikan.
Mulai dari Gula Pasir, Daging Sapi, Minyak Goreng, Cabai Merah dan Rawit, Bawang dan Telur mengalami kenaikan yang signifikan.”Ada 11 Bahan Pokok yang di cek harganya, beberapa diantaranya naik, berfariasi kenaikannya.
Dengan naiknya harga ini kita akan telusuri apa saja penyebabnya, atau kita panggil langsung Distributornya untuk mengetahui penyebab pasti naiknya harga Sembako tersebut,”jelas Hendri saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, kemarin.
Untuk harga Beras lanjut Hendri, harganya bervariasi sesuai dengan kualitas, ada kenaikan namun tidak banyak
Kemudian Gula Pasir sebelumnya Rp 13 Ribu saat ini di Pasar Rp 14 Ribu dan di warung-warung dijual Rp 15 Ribu perkilogram(kg).
Kemudian telur Ayam ras sebelumnya Rp 23 Ribu menjadi Rp 25 Ribu perkg, Daging sapi dari Rp 120 jadi Rp 130 perkg.
Untuk harga minyak goreng yang paling mahal yakni Literan dengan merek ternama dijual Rp 27 Ribu perliter merek biasa Rp 24 Ribu perliter.
Selanjutnya untuk Cabai merah besar dari Rp 35 Ribu jadi Rp 45 Ribu, Rawit Merah dari Rp 55 jadi Rp 65 Ribu perkg dan Rawit Hijau dari Rp 35 Ribu jadi Rp 45 Ribu perkg.
Disusul dengan harga Bawang Merah dari Rp 25 Ribu jadi Rp 35 Ribu perkg. Dan Bawang Putih dari Rp 25 Ribu jadi Rp 28 Ribu perkg.”Minyak goreng di Ramayana itu dijual dengan harga Rp. 54.000 per 2 liter.
Kalau beli di Pasar Tradisional paling murah harganya Rp 24 Ribu perliter.
Yang naik cukup banyak itu Cabai dan Bawang bisa Rp 10 Ribu perkg naiknya,”jelasnya.
Biasanya, tambah Hendri, kenaikan harga akan terjadi jika Suplainya terhambat atau Pasokannya berkurang.
Untuk itu pihaknya juga akan menggandeng Badan Urusan Logistik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kenaikan harga beras yang cukup tinggi dan minimnya pasokan gula pasir.”Ini sedang kita koordinasikan ke Provinsi terkait kenaikan harga di bawah.
Apalagi mau menjelang Puasa ini kebutuhan Masyarakat pasti meningkat. Untuk itu harus cepat dicarikan solusinya,”pungkas Hendri.(ria.her)






