KOTABUMI—Dipastikan Pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Lampung Utara (Lampura) berlangsung, pada Rabu (6/4). Kepastian itu didapat setelah secara resmi DPRD Lampung Utara, menetapkan Ardian Saputra dan William Mamora sebagai calon wakil bupati (cawabup) dalam sidang paripurna yang digelar Senin (4/4). Setelah sebelumnya sidang paripurna mendengarkan pemaparan hasil kerja panitia pilwabup. Diantaranya hasil verifikasi yang dilakukan panitia, baik terhadap berkas pencalonan keduanya maupun pada parpol pengusung. Dua kandidat juga sudah memperoleh nomor urut, lewat undian yang diselenggarakan. Ardian Saputra nomor urut 1 dan William Mamora. Siapa diantaranya yang akan memperoleh suara terbanyak, akan ditetapkan sebagai wakil bupati Lampura terpilih.

caption : Ardian Saputra cawabup nomor urut 1 dan William Mamora nomor urut 2, usai pengundian nomor urut cawabup pada sidang paripurna DPRD Lampura, Senin (4/4)
Menanggapi itu, Bupati Lampura, Budi Utomo, menegaskan dirinya akan menerima siapa pun wabup yang dipilih oleh legislatif pada Pilwabup tersebut. Dikatakan jika dirinya tidak dapat menolak siapa yang dipilih oleh DPRD lewat proses Pilwabup itu. “Siapapun yang terpilih, saya harus terima dan tidak bisa menolak,” terang Bupati Budi Utomo.
Menurut Budi Utomo, kandidat yang nantinya terpilih tentu merupakan yang terbaik. Sebab, baik Ardian Saputra maupun William Mamora adalah orang – orang yang terbaik di matanya. “Mereka berdua itu sama bagusnya, mudah–mudahan yang terbaik yang akan terpilih untuk menjadi Wabup,”ujar bupati.
Diketahui, selain telah menyelesaikan tahapan-tahapan Pilwabup dan menetapkan cawabup, DPRD Lampura juga langsung melakukan simulasi Pilwabup. Simulasi itu dilakukan setelah sidang paripurna dengan agenda penetapan dan penyampaian visi misi cawabup berakhir. Segenap panitia pemilihan dan anggota DPRD Lampura, melakukan simulasi pemilihan. Dihadiri pula oleh dua cawabup dan sejumlah pengurus partai politik (parpol) pengusung. Simulasi ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Lampura.
Dalam keterangannya, Romli menyebut simulasi yang dilakukan ini sangat penting, agar tidak terjadi kesalahan pada saat pemilihan. Juga untuk mengetahui apakah masih ada celah pemilihan dilakukan tidak dengan fair. Semua dilakukan demi memastikan pemilihan dilakukan dengan jujur dan adil. (Her)






