Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 24 Mei 2022 18:20 WIB ·

Antisipasi PMK, Distanak Bentuk Tim Respon Cepat


 caption : Kabid Peternakan Yudhi Bachtiar saat meninjau hewan ternak yang ada di Kecamatan-kecamatan. Foto IST
Perbesar

caption : Kabid Peternakan Yudhi Bachtiar saat meninjau hewan ternak yang ada di Kecamatan-kecamatan. Foto IST

KOTABUMI-Untuk mengantisipasi adanya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku(PMK) yang saat ini tengah Booming menyerang hewan ternak Ruminansia(hewan ternak berkaki empat dan memamahbia).

Dinas Pertanian dan Peternakan(Distanak) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) membentuk tim respon cepat yang dibantu langsung oleh Polres Lampura.”Saat ini sedang merebak kasus penyakit mulut dan kuku bagi hewan.

Ini bukan penyakit baru pada tahun 1980 sudah pernah terjadi, untuk hewan ternak Ruminan sia(hewan ternak berkaki empat dan memamahbia) seperti sapi, kerbau, kambing/domba, rusa dan babi.

Umumnya virus itu menyerang hewan yang berkuku belah(ganda). Untuk itu kita bentuk tim respon cepat meninjau seluruh hewan Rumansia yang ada di 23 Kecamatan,”ujar Kepala Distanak Lampura Wahab melalui Kepala Bidang(Kabid) Peternakan Yudhi Bachtiar, Selasa(24/5).

Saat ini lanjut Yudhi, Virus tersebut di Lampung sudah masuk ke tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat(TBB).
Untuk Potensi penularan Virus itu hanya menyerang hewan ternak, dan tidak membahayakan untuk manusia.
Untuk Dagingnya pun tidak berbahaya dikonsumsi, jika dimasak dengan benar.”Untuk ciri-ciri hewan yang terkena PMT itu yakni Demam tinggi, tidak mau makan, ada luka di rongga mulut seperti sariawan dan kaki luka.

Kalau kakinya sudah luka maka akan lumpuh dan tidak bisa menopang badannya.
Kita selain bekerjasama dengan Polres Lampura kita juga mengerahkan Dokter hewan, insimilator, hingga penyuluh,”paparnya.

Untuk itu masih Yudhi, para peternak harus menerapkan 3 M yakni, memperketat lalu lintas hewan ternak, memberikan/melakukan dekontaminasi/bioskuriti(penyemprotan kandang dengan disenfektan dan lainnya) dan meningkatkan imun hewan ternak dan memberikan multi Vitamin.
Saat ini penjajakan dilakukan untuk Kecamatan yang berdekatan dengan Kabupaten yang sudah terjangkit.

Di Kabupaten Lampura peternakan Sapi yang paling banyak yakni di Kecamatan Abung Timur, Surakarta, Abung Semuli dan Kecamatan Abung Selatan.”Virus itu selain bisa di bawa angin, juga bisa dibawa oleh manusia, seperti menempel di pakaian atau di sepatu.
Karena di Lampura sendiri untuk Sapi ada 32.000 ekor, Kambing 82.000, Kerbau 1.348 ekor dan Babi 775 ekor,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline