Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 8 Jun 2022 19:10 WIB ·

Manfaatkan Gulma Jadi Kerajinan Tangan


 Foto RIA  Tampak Kadis Koperasi Dina Prawitarini bersama para Pengrajin saat menunjukkan hasi kerajinan dari Gulma, di rumah salah satu Pengrajin Tapis, Rabu(8/6).
Perbesar

Foto RIA Tampak Kadis Koperasi Dina Prawitarini bersama para Pengrajin saat menunjukkan hasi kerajinan dari Gulma, di rumah salah satu Pengrajin Tapis, Rabu(8/6).

KOTABUMI-Banyaknya Gulma yang sering hidup di air Bendungan-bendungan membuat Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Menengah(UMKM) dan Perindurtian Kabupaten Lampung Utara(Lampura) harus bekerja lebih keras.
Untuk membuat Gulma(Enceng Gondok) itu agar bisa dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai jual, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Lampura menggelar pelatihan bagi para pengrajin.

“Kita lihat di bendungan-bendungan itu banyak Gulma yang menempel, kita berfikir bagaimana caranya agar gulma itu bisa dimanfaatkan. Untuk itu kita bekerjasama dengan salah satu pengrajin dari luar Lampung yakni dari Nengok Craft Semarang untuk memberikan pelatihan kepada para Pengrajin kita, bagaiaman cara mengubah Gulma menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Seperti ini,”ujar Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Lampura Dina Prawitarini saat menunjukkan hasil kerajinan dari Gulma, Rabu(8/6).

Dari Gulma yang sudah dikeringkan selama dua Minggu lamanya itu lanjut Dina, kemudian setelah kering Gulma dipipihkan menggunakan mesin gilingan yang biasa digunakan untuk membuat cucuk Gigi ataupun Mie.

Dari hasil pemipihan itu Gulma kemudian dibentuk oleh para pengrajin sehingga menghasilkan barang yang memiliki nilai jual seperti Sendal, kesing HP, Tas, tempat tisu, kaper buku, keranjang, wadah toples plastik dan kerajinan tangan menarik lainnya.
Hasil kerajinan Gulma ini agar lebih menarik lagi dipadukan dengan kerajinan Tapis yang ditekuni pengrajin Tina. Sehingga hasilnya lebih menarik dan lebih mewah untuk dibawa kemana-mana.”Alhamdulillah setelah diberikan bimbingan selama tiga hari ini, 35 Pengrajin kita sudah bisa membuat sendal, tas, gelang dan lainnya. Biasanya kalau di jual hargany itu mulai dari Rp 50 Ribu hingga 200 Ribu perbuahnya,”papar Dina.

Dirinya berharap dengan adanya pelatihan ini para pengrajin di Lampura bisa memanfaatkan Gulma-gulma yang ada di bendungan. Sehingga tidak hanya Gulmanya saja yang bisa dimanfaatkan, tetapi bendungan yang sudah bersih bisa menjadi objek wisata dan bisa menghidupkan roda perekonomian Masyarakat Lampura salah satunya terbukalah lapangan pekerjaan baru untuk Masyarakat.”Kita berharap kedepannya hasil kerajinan dari para Pengrajin Gulma ini bisa bekerjasama dengan Hotel-Hotel yang ada di Lampura.
Mulai dari penyediaan sendal tamu, keranjang handuk, hingga gelang sebagai cindra mata yang diberikan dari Hotel untuk para pengunjung,”harapnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline