Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 26 Jun 2022 21:31 WIB ·

Pelaku UMKM di Lampura Menjerit Harga Bahan Pokok Terus Melambung


 caption : Salah satu pedagang gorengan di Kotabumi Lampung Utara  Perbesar

caption : Salah satu pedagang gorengan di Kotabumi Lampung Utara

KOTABUMI–Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjerit. Sebab, harga bahan pokok semakin tinggi.

Menyusul harga sembako yang mulai merangkak naik, pedagang kecil mikro di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) harus memutar otak.

Kenaikan itu, mulai dari harga sayuran seperti cabai, rampai, sayur – mayur. Bahkan hingga piranti alat menggoreng yaitu minyak goreng.

Yana, salah satu penjajakan gorengan membenarkan adanya bahan pokok yang cukup tinggi.

Sehingga, dirinya harus pintar – pintar mengatur, agar dapur tetap ditengah kondisi meningkatnya harga sejumlah bahan pokok disana.

“Ya harus pintar – pintar bang, apalagi ditengah kondisi sulit. Saya menjual gorengan sebagai tambahan dari pecel, karena hobi masyarakatnya itu. Tapi tadi, kalau tidak pintar mengatur, bukan dapur mengebul tapi modal pun dapat puput,” ujarnya, Jumat, 24 Juni 2022.

Yana mencontohkan, seperti bahan cabe rawit besar yang harganya saat ini mengalami fluktuasi.

Dari dua hari sebelumnya Rp 80.000/kg, kemarin turun di harga Rp 75.000/kg dan saat ini naik lagi disaat pemerintah sedang melakukan langkah penanggulangan terhadap komoditas holtikultura ini.

“Ya itu anehnya, dia (rawit) naik turun seperti hari ini Rp 80.000/kg. Kemarin masih Rp 75.000/g dari sebelumnya Rp 80.000/kg,” terangnya.

Lain lagi, ia melanjutkan untuk bahan pokok minyak goreng curah. Saat ini untuk harga telah mengalami penurunan Rp 15.000/L atau satu dirigen ukuran 5L Rp 75.000/pcs. Namun, stoknya tidak menentu, kadang ada dan tiada.

“Bahkan, kalau harga itu ada yang sampai Rp 68.000/kemasan 5L (dirigennya). Tapi tadi, berebut orang mencarinya. Kalau pun ada, tidak sampai lima menit ludes dibeli,” ujarnya.

Begitupun, warga rumah tangga lain merasakan dampak tinggi terhadap kenaikkan sejumlah kebutuhan pokok. Apalagi ditengah paceklik, dan pembatasan (PPKM) saat ini.

“Harapan kami ya dapat stabil, jangan seperti sekarang. Apa – apa (usaha) masyarakat sedang susah, ditambah dengan pembatasan. Petani saja sulit, singkong misalnya ada harga tapi baru ditanam,” ujar ibu rumah tangga disana, Berti.

Disisi lain, Pemerintah Daerah Lampura mengaku akan menggelar rapat internal dalam penanggulangan masalah peningkatan harga kebutuhan pokok.

Hal itu dilakukan dalam mengakomodir kebutuhan dasar masyarakat itu, pasca pendemi dan melemahnya ekonomi bangsa.

Sehingga dapat mengurangi beban warga, khususnya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan sosial ekonomi saat ini (PPKM).

“Benar kita sudah koordinasi dengan PLT Assisten II, pak Sofian beserta stake holder terkait macam Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Bagian Ekonomi dan lainnya. Beberapa langkah yang menjadi tupoksi masing – masing dinas/instansi telah dijalankan,” ujar Kadis Perdagangan Lampura, Hendri menanggapi arahan perintah daerah melalui Assisten II.

Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh jajaran yang ada di dinas dipimpinnya telah dilaksanakan. Seperti memantau aktivitas ekonomi dipasar, termasuk supply and demand terhadap bahan pokok yang saat ini mengalami peningkatan harga.

“Kenaikkan harga dari satu bahan pokok ke lainnya itu terus dipantau pergerakannya. Termasuk sosialisasi, dan sejauh ini yang menjadi kendala ialah ketakutan ditengah masyarakat bila ada gejolak harga,” pungkasnya. (rnn/her)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline