KOTABUMI-Kasus Positif Demam Berdarah Dengue(DBD) mengalami kenaikan.
Saat ini DBD mulai menjalar ke berbagai Kecamatan, untuk itu diminta kepada pihak Puskesmas untuk tidak diam saja dan aktif menjalankan sosialisasi.
Mulai dari melakukan pendataan, penyuluhan hingga tindakan terhadap Masyarakat yang terserang DBD.
Dari 57 Kasus DBD, tercatat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit(KDRS) dominan Masyarakat dari Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan.”Kita sudah beri tembusan melalui surat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada Puskesmas masing-masing, karena mereka yang lebih memahami situasi lokasi di masyarakat. Karena pihak Puskesmas yang memiliki peran melakukan foging,”jelas Kabid P2P dr. Dian Mauli melalui Kasi Pengendalian Penyakit Menular M. Yusuf, Rabu(29/6).
Dikatakan Yusuf, pihaknya menginformasikan ke Puskesmas dan membenarkan lokasi yang terserang DBD, kemudian jika harus di fogging hrus segera dilakukan.”Kalau dia memerlukan Obat Larvasida kita (Dinkes, Ree) telah menyiapkan nya.
Nantinya obat (pil) ini ditaburkan ke tampungan air agar jentik tidak jadi berkembang biak menjadi dewasa,”kata dia.
Untuk obat fongging tambahnya, di Dinkes Lampura pada prinsipnya tersedia.
Namun pelaksanaan itu ada di Puskesmas masing masing.
Sejauh ini pihaknya terkendala dana untuk pelaksanaan fogging.”Kita dana foggig memang belum ada, sampai saat ini.
Namun kita upayakan untuk masuk ke perubahan dana nya. Kalau ada epidemiologi, kita kasi Abate,”pungkasnya.(ria/her)






