Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 13 Jul 2022 05:34 WIB ·

Rapat Bersama, Aplikasi Peduli Lindungi Dibahas Hendri: Masyarakat Tetap Bisa Beli Minyak


 Foto IST  Caption : Bupati Lampura Hi. Budi Utomo didampingi Kadisdag Hendri saat mengikuti Rapat bersama di Mahan Agung, kemarin(12/7). Perbesar

Foto IST Caption : Bupati Lampura Hi. Budi Utomo didampingi Kadisdag Hendri saat mengikuti Rapat bersama di Mahan Agung, kemarin(12/7).

KOTABUMI-Dengan keluarnya usulan Menteri terkait pembelian Minyak harus menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, ini tentunya membuat Masyarakat awam menjadi resah. Untuk itu Bupati Lampung Utara(Lampura) H. Budi Utomo didampingi Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Hendri mengikuti rapat Arahan Menteri Perdagangan RI sekaligus Dialog Bersama Gubernur Lampung, Bupati dan Wali Kota Se Provinsi Lampung di Mahan Agung.”Masyarakat tidak perlu Khawatir pak Menteri Perdagangan tadi sudah bahas soal Aplikasi Peduli Lindungi dalam pembelian minyak.

Masyarakat akan tetap bisa membeli minyak dan dilayani meski tidak punya aplikasi. Nanti apakah akan diberlakukan dengan menggunakan NIK atau nanti tidak menggunakan syarat sama sekali. Ini sedang di godok di Pusat,”ujar Kadisdag Hendri, Selasa(12/7).

Apalagi lanjut Hendri, tidak semua Masyarakat memiliki telepon genggam android. Bahkan bagaimana untuk Masyarakat yang benar-benar susah jika dipaksakan, ini sudah dibahas dan pendapat dari Masyarakat juga sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Lampung untuk diteruskan ke Pusat.

” Masyarakat yang tidak punya aplikasi tetap dan berhak dilayani dalam pembelian minyak goreng,”jelasnya.

Tak hanya tentang minyak, pembahasan tentang bahan pokok lainnya seperti Cabai juga menjadi topik dalam dialog bersama itu. Di daerah Penghasil Cabai sendiri seperti Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan itu memang dari sananya harganya mahal. Kemudian kemungkinan lainnya barang dari Luar Lampung susah masuk.

“Inilah yang sedang kita Carikan solusinya bagaimana caranya cabai-cabai dari luar itu bisa masuk ke Kabupaten Lampura. Dan harganya bisa berangsur turun dan normal kembali,”pungkasnya.(ria/red)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline