KOTABUMI-Harga Gas Elpiji Non Subsidi kembali mengalami kenaikan harga.
Untuk gas Elpiji Non subsidi yang mengami kenaikan yakni untuk ukuran tabung 5 kilogram(kg) hingga 12 kg.
Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampung Utara(Lampura) Hendri mengatakan, Sidak ke beberapa pangkalan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan saat harga gas elpiji non subsidi mengalami kenaikan.”Dari hasil kita turun untuk stoknya aman, memang harganya naik untuk tabung ukuran 12 kg dari sebelumnya Rp 200 Ribu naik jadi Rp 2.15 Ribu. Kalau untuk tabung melon 3kg aman, stoknya juga banyak dan pendistribusiannya lancar,”ujar Kadisdag Hendri, saat berada di Pangkalan gas Elpiji di Candimas, Kamis (14/7).
Sidak juga lanjut Hendri, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peralihan Masyarakat dalam membeli gas dari Non subsidi menjadi Subsidi.
Untuk itu Pangkalan dan Agen diminta untuk menjual gas tabung melon itu kepada Masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan. Yakni untuk Masyarakat yang tidak mampu.
Kemudian untuk pembeliannya agar dibatasi yakni satu orang satu tidak bisa lebih.
Dengan begitu pendistribusian gas tabung melon tidak akan mengalami lonjakan yang signifikan.
Dan masyarakat dari kalangan menengah ke bawah tidak menjerit.”Takutnya karena harga gas 5 kg dan 12 kg naik jadi mereka beralih ke tabung 3kg, ini tidak benar. Tabung 3 kg itu subsidi hanya untuk Masyarakat yang tidak mampu, jadi Pangkalan dan Agen harus lebih teliti,”kata dia.
Jangan sampai juga tambah Hendri, dengan adanya kenaikan harga gas non subsidi dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang semata-mata mau mencari keuntungan.
Untuk itu dirinya bersama tim akan melakukan pengawasan dalam setiap pendistribusian gas.”Jangan nanti karena harganya naik barangnya jadi langka. Atau nanti malah yang 3kg di timbun, lalu di jual ke warung dengan harga mahal. Nah ini jangan sampai kita temukan, kalau kita temukan akan kita serahkan kepada pihak berwajib,”pungkasnya.(ria)






