KOTABUMI-Dinas Kesehatan(Diskes) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar kegiatan aksi ke tiga dari kegiatan percepatan penurunan Stunting.
Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama sama antar OPD(Organisasi Perangkat Daerah) Penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat.
“Rembuk Stunting ini kita gelar semua Lintas sektor terkait tau tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga percepatan penurunan stunting di kabupaten Lampura dapat optimal dilaksanakan,”ujar Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan, Selasa (26/7).
Rembuk Stunting lanjut Maya, adalah dokumen hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, deklarasi komitmen pemerintah Kabupaten Lampura dan komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi
Prevalensi Stunting yang menjadi masalah menurut WHO adalah yang nilainya 20 persen keatas.
Di Lampura Prevalensi Stunting berdasarkan SSGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) Tahun 2020 adalah 26,26 persen, Tahun 2021 melalui Riset SSGI Prevalensi Stunting Menurun 6,4 persen menjadi 20,2 persen dan Pada Tahun 2024 Target Prevalensi Stunting adalah 14 persen.
Sejalan dengan hal tersebut, maka penanganan masalah gizi tidak hanya oleh pemerintah saja , namun perlu keterlibatan dan dukungan dari pemangku kepentingan lain seperti mitra pembangunan, LSM, perguruan tinggi, organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan sangatlah penting.
“Mari kita bergandeng tangan memperbaiki keadaan gizi anak indonesia.
Kami dari Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Lampura dalam perbaikan gizi masyarakat,”ajaknya.
Dirinya berharap pertemuan ini berjalan dengan baik dan memperoleh kesepakatan dalam percepatan penurunan stunting. Untuk menjadikan Generasi Kabupaten Lampura Bebas Stunting dan mari tingkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif.
“Jika semua sudah terlaksana, insyaallah Stunting dapat kita tekan dan generasi sehat dan cerdas bisa kita ciptakan,”pungkasnya.(ria/rid)






