Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 14 Agu 2022 19:15 WIB ·

Pergantian Musim Sebabkan Penularan Virus Lebih Cepat


 Foto IST 
Caption : Tampak hewan unggas yang mengalami gejala serang virus menjelang musim pancaroba.
Perbesar

Foto IST Caption : Tampak hewan unggas yang mengalami gejala serang virus menjelang musim pancaroba.

KOTABUMI-Masyarakat Kabupaten Lampung Utara(Lampura) diminta untuk lebih waspada, khususnya bagi yang memiliki hewan ternak.
Selain sedang marak Penyakit Mulut dan Kuku(PMK) di pergantian musim ini penyebaran dan penularan virus lainnya juga dapat dengan cepat merebak.

Karenannya, perlu diperhatikan kebersihan kadang agar tetap terjaga dan jika terdapat hewannya yang mati mendadak atau tiba-tiba sakit secara masal silahkan dilaporkan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan(Distanak) Lampura. Agar pihak dinas dapat mengerahkan tim untuk mendatangi lokasi selain untuk mengecek hewan yang sakit dan mati, juga akan melakukan penyemprotan Disenfektan.

“Kami dapat informasi kalau banyak ayam yang sakit dan tiba-tiba mati. Ini ada dua kemungkinan satu terkena penyakit flu burung atau terserang virus ND. Namun kita minta kepada masyarakat jika tak ingin kita lakukan penyemprotan di tempatnya bisa dilakukan sendiri. Karena kebersihan kandang juga menjadi kunci utama dalam penyebaran Virus,”himbau Kabid Peternakan Yudhi Bachtiar didamping Kasi Keswan Aris Siswoyo.

Flu Burung dan ND, lanjut Yudhi, memang selalu menjadi ancaman bagi Peternak hewan jenis unggas. Karena hingga saat ini penyakit itu masih ada di alam dan sewaktu-waktu akan muncul di Perubahan Musim.
Untuk itu jika penyakit ini sudah muncul Peternak harus melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak dengan cara mengkarantina unggas didalam kandang agar tidak menular ke unggas lainnya. Kemudian, tidak mencampur ternak yang sehat dengan ternak yang sakit. Mengingat penyakit ini penyebarannya sangatlah cepat.

“Kita nggak bisa menerka-nerka oh itu kena Flu burung, atau ND. Sebelum tim turun kita tidak bisa ambil kesimpulan begitu saja. Karena banyak penyakit yang gejalanya hampir mirip. Harus dilihat gejalanya, dan meneliti sampel kotorannya seperti apa,”kata dia.

Untuk Flu burung sendiri tambahnya, gejalanya saat ini cenderung tidak mati mendadak. Ada proses dimana ayam tersebut akan sakit terlebih dahulu dalam beberapa hari. Kemudian, di kaki ayam timbul garis-garis berwarna ungu begitu juga dengan jengger pada kepala ayam.

Jika sudah ada tanda seperti itu, maka tim dari Distanak akan turun untuk melakukan Vaksinasi Flu Burung kepada ayam-ayam yang sehat. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus dan matinya ayam-ayam peternak.
Sementara untuk ayam yang terkena ND itu akan sakit terlebih dahulu kemudian mengalami keram pada otot lehernya. Untuk virus ND, pihak distanak juga sudah menyiapkan vaksinnya.

“Kalau dahulu flu burung itu menyerang unggas, kemudian mati mendadak dalam jumlah banyak. Kalau gejala flu burung saat ini mengalami proses sakit terlebih dahulu. Untuk yang sakit tidak bisa disembuhkan lagi, untuk itu kita cegah penularannya,”pungkas Yudhi.(ria/rid)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Bakal Tampil di HPN, Penari Bedayo Abung Siwo Migo Gencar Latihan

25 Januari 2026 - 19:41 WIB

Trending di Headline