Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Birokrasi · 15 Sep 2022 19:07 WIB ·

Sering Mangkir Rapat,  Disdikbud Lampura Akan Evaluasi Kinerja Kepsek


 Kabid Pembinaan SMP Disidkbud Lampura Yudhi Bachtiar saat diwawancarai awak media, Rabu(15/9). Foto Ist For Radar Kotabumi--- Perbesar

Kabid Pembinaan SMP Disidkbud Lampura Yudhi Bachtiar saat diwawancarai awak media, Rabu(15/9). Foto Ist For Radar Kotabumi---

KOTABUMI – Saat menghadiri Rapat Kerja Kepala Sekolah(Kepsek) yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah(MKKS) tingkat Sekolah Menengah Pertama(SMP) Sederajat di SMPN 3 Bukitkemuning, banyak Kepala Sekolah(Kepsek) yang tak hadir. Hal ini membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Disdikbud) Lampung Utara (Lampura) Hi. Matsoleh dan Kabid Pembinaan SMP Yudhi Bachtiar geram.

Yudhi mengatakan, dalam rapat kerja MKKS itu hanya 60 persen saja Kepsek yang hadir. 40 persen diantaranya ada yang sakit namun tidak mengirimkan perwakilan dan sisanya tidak hadir tanpa keterangan.

” Saya sangat menyayangkan banyak Kepsek yang tidak hadir dalam rapat kerja. Untuk itu saya minta kepada Kabid Ketenagaan Disdikbud agar melakukan Evaluasi terhadap Kepsek-kepsek yang sering mangkir dalam rapat tersebut,”cetus Yudhi, Kamis(15/9).

Rapat Kerja MKKS sendiri, lanjut Yudhi, diadakan ini untuk kemajuan sekolahnya masing-masing. Untuk kemajuan sekolah mereka sendiri saja mereka tidak perduli, apalagi untuk yang lainnya.

“Bila perlu diganti saja Kepseknya. Kedepan kita akan lebih tegas lagi, bahkan untuk yang tidak hadir dalam rapat kerja MKKS untuk diberikan sanksi sebagai efek jera. Namun kalau masih juga di berikan teguran tidak juga mengindahkan maka akan kita atensikan untuk diganti,”tegasnya.

Padahal, terus Yudhi, rapat yang digelar itu utamanya membahas persiapan ujian tengah semester. Apalagi untuk Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, itu kan berbeda dengan yang menggunakan Kurikulum 2013. Karena di Kabupaten Lampura ini dari 113 sekolah yang sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka ada sembilan SMP. Kurikulum Merdeka ini dilaksanakan berdasarkan kesiapan sekolah dalam pelaksanaannya.

Mengingat Kurikulum Merdeka turun di tengah tahun 2022 butuh persiapan dan dukungan sarana dan prasarananya.

“Yang membedakan untuk Raport mutu pendidikan terlihat jelas dan tidak terpisah-pisah. Yang dilihat sistem pendidikan di sekolah, menggunakan aplikasi dan perencanaanya berbasis data,”pungkasnya.(ria/rid)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hilirisasi Mampu Tingkatkan Nilai Komuditas /// Hendri Yakin Pendapatan Masyarakat Bisa Bertambah

17 Juli 2026 - 15:39 WIB

Rapat Pemantapan MTQ, Sekda Kocek Berbagai Persiapan

16 Juli 2026 - 14:14 WIB

Aklamasi, Rahman Nahkodai DPD PJS Riau Lewat Musdalub III

11 Juli 2026 - 16:54 WIB

PWI dan SIWO Bahas HPN dan Porwanas Bersama Bupati

8 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temui Dewan Pers, PJS Mantapkan Langkah Menjadi Organisasi Konstituen

7 Juli 2026 - 22:17 WIB

Tausiah Ustaz Hasan dan Azis Gagap Pukau Ribuan Masyarakat Lampura

17 Juni 2026 - 17:08 WIB

Trending di Headline