Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 24 Okt 2022 21:17 WIB ·

Soal Pagar Yang Menimpa Rumah, Ini Kata Pengelola SPBU di Lampura


 caption : Adanya peristiwa pagar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.100 desa Negara Ratu Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang roboh mengenai rumah warga, ditanggapi pengawas SPBU.-
Perbesar

caption : Adanya peristiwa pagar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.100 desa Negara Ratu Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang roboh mengenai rumah warga, ditanggapi pengawas SPBU.-

KOTABUMI–Adanya peristiwa pagar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.100 desa Negara Ratu Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang roboh mengenai rumah warga, ditanggapi pengawas SPBU.

Juni Syahputra selaku pengawas SPBU 24.345.100 Desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara, Lampura, membantah jika tidak memiliki etika untuk mengganti rugi.

Sebab, peristiwa pagar SPBU yang menimpa bangunan rumah milik korban, karena adanya truk bermuat sawit yang menabrak pagar pembatas, sehingga, material pagar itu menimpa rumah warga.

Menurut pria berperawakan kurus ini, pihak SPBU dan Sopir truk bermuatan sawit telah berkomunikasi dengan korban pemilik rumah.

Hanya saja, kesepakatan akan memperbaiki rumah itu, tertunda lantaran pihak keluarga meminta ganti rugi untuk membeli sebagian rumah dengan harga Rp1,2 Milyar.

“Saya sudah sampaikan masalah ini sama pimpinan saya. Selain itu, pihak SPBU dan Sopir truk sudah dua kali mendatangi korban pemilik rumah. Tapi, pihak korban meminta uang ganti rugi sebesar Rp1,2 Milyar,” ungkap Juni Syahputra, Senin 24 Oktober 2022.

Menurutnya, truk bermuatan sawit masih dititipkan di SPBU. Hal itu, guna pertanggungjawaban kepada pihak SPBU agar bisa mengakomodir memperbaiki pagar pembatas yang menimpa rumah milik korban pasca peristiwa tersebut.

Ia berjanji, bersama sopir truk secepatnya akan mendatangi kembali pihak korban untuk membicarakan dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kedepan pihak SPBU beserta sopir akan mendatangi ulang korban untuk penyelesaian. Karena, kami sebagai SPBU sebenarnya juga menjadi korban,” kata Juni Syahputra.

Terpisah, Yasin (51) pemilik armada sawit mengaku truk bermuat buah sawit yang di kemudikan Mulkan membenarkan jika truk tersebut parkir di halaman SPBU tersebut.

Kendati demikian, pihaknya masih mencurigai prihal peristiwa truk menabrak pagar pembatas SPBU.

Sebab, kata dia, mobil truk yang notabennya bermuat sawit tentunya dalam keadaan berat. Tapi ketika melihat lokasi, tidak ada batas parkir mobil adanya bekas ban truk yang naik dilokasi.

Selain itu, kata dia, jika melihat kondisi truk pasca membentur tembok pembatas, tentu kondisi mobil adanya lecet.

“Nah, kita lihat kondisi truk tidak ada yang lecet. Selain itu, pembatas parkir tidak ada bekas ban truk. Sebab, jika ban truk naik dan truk dalam keadaan bermuatan penuh, tentu ada bekas ban yang menempel. Inikan tidak ada,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya mengaku telah mendatangi pemilik SPBU 24.345.100 dusun Pasar Senen Desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Selatan, Lampura. Pemiliknya atas nama pak Su’ef,” kata dia.

Saat itu, lanjutnya, dirinya berinisiatif menemui pemilik SPBU (Su’ef, Red) di ruamahnya berada di Bandar Lampung. Hasil pertemuan itu, lanjutnya, tidak membahas untuk mengganti rugi rumah yang ditimpa pagar pembatas SPBU.

“Hasil temua waktu itu, saya diminta pak Su’ef untuk memperbaiki pagar pembatas SPBU saja. Pak Su’ef tidak meminta saya untuk memperbaiki rumah warga. Itu hasil saya temu dengan pak Su’ef pemilik SPBU,” bebernya.

Kendati demikian, dirinya akan meninjau kembali apa yang menjadi permasalahan antara pemilik SPBU dan korban pemilik rumah.

“Ya secepatnya saya akan tinjau kembali,” janjinya.

 

Diberitakan sebelumnya, Rumah warga Dusun Pasar Senen, Desa Negara Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tertimpa runtuhan pagar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada tepat disampingnya.

Akibatnya, sebagian besar bangunan rumah permanen itu mengalami kerusakan cukup parah, hingga sang pemilik memutuskan untuk menggungsi ke rumah sanak saudaranya tidak jauh dari lokasi.

Rumah tersebut ditunggu oleh keluarga yang masih memiliki ibu rumah tangga dalam keadaan hamil tua 9 bulan. Selain itu, seorang yang telah berumur lanjut usia dan memiliki dua anak yang masih balita.

Beruntung, pasca peristiwa terebut tidak menimbulkan korban jiwa, lantaran puing-puing pagar SPBU ketika runtuh di kamar milik korban tidak ada orangnya.

“Untung aja, pagar tubuh kami tidak berada di dalam kamar. Sementara orang tua saya berada di belakang rumah, justru hampir tertimpa bagunan,” ujar Nugraha Ramadhan, Minggu 23 Oktober 2022.

Menurutnya, rumah tersebut dihuni terdiri dari orang tua telah berumur, Pagar Alam (63), anak masih balita (1,5), sang istri yang sedang hamil tua, dan seorang adik yang sedang sakit pada saat kejadian pekan lalu itu.

Namun mereka (korban, red) menilai belum ada niatan baik dari pihak pengelola dalam mengakomodir apa yang dialami para korban tersebut.

“Kejadian itu, telah berlangsung selama lebih satu pekan. Yang tepatnya kejadian terjadi, Kamis, 13 Oktober 2022 meski telah pernah didatangi, hanya sebatas omdok (omong doang, Red). Sehingga kerugian dialami keluarga, mulai dari trauma psikis sampai kepada korban materiil,” keluhnya.

Sementara itu, saat kejadian beruntung sang ayah sedang berada di kamar mandi belakang rumah, tepat disebelah runtuhan didinding rumah setelah dihantam oleh pagar pembatas SPBU yang diapit hanya oleh siring berukuran tak lebih satu meter tersebut.

“Itu kenapa kami belum dapat memutuskan, sebab apa? Letaknya cukup mepet kedinding. Apalagi terlihat dibeberapa sisi telah mengalami keretakan,” tegasnya.

Sehingga, pihak keluarga mengalami nasib naas itu memilih belum mengisi rumah tersebut. Selain bocor dikala hujan yang sedang mendera di sana belakangan juga perabotan banyak yang rusak.

Seperti misalnya tempat tidur, lemari dan lainnya. Mereka pun turut membawa barang – barang yang masih bernilai dititipkan kepada kerabatnya. Dan disana hanya ditunggu oleh keluarga secara bergantian.

“Kadang saya, ibu, bapak, kakak, adik dan beberapa kerabat menjaga rumah. Kalau anak saya kan baru berumur satu tahun setengah, sehingga tak dibawa kemari tapi dengan ibunya dirumah mertua,” ucapnya lirih.

Sehingga mereka berharap ada kesadaran dari pihak pengelola SPBU memahami apa yang dialami warga menjadi korban runtuhnya pagar pembatas itu.

“Jangan seperti sekarang yang berlarut – larut seperti ini, mereka menggeser sedikit atau membeli sebagian atau rumah kami ini. Sebab, keadaanya sudah tidak layak begini,” ujarnya. (rnn)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Bakal Tampil di HPN, Penari Bedayo Abung Siwo Migo Gencar Latihan

25 Januari 2026 - 19:41 WIB

Cek Kesiapsiagaan BPBD, Wabup Romli Periksa Peralatan dan Logistik

18 Januari 2026 - 18:38 WIB

Resmi, Hi. Adi Kurniawan Jabat Ketua DK PWI Lampung

15 Januari 2026 - 19:43 WIB

Trending di Headline