KOTABUMI–Pengurus DPD Gerindra Provinsi Lampung, bersama organisasi sayap kunjungi korban banjir di sejumlah titik di Lampung Utara (Lampura), Sabtu (11/3). Kunjungan
tersebut dikomandoi langsung oleh pimpinan DPD Gerindra Lampung, Hj. Wulan yang merupakan istri ketua DPD Gerindra Lampung Rahmad Mirzani Djausal. Juga anggota DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Mereka didampingi ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Gerindra Lampura, Yusrizal, ST dan Madri Daud, wakil ketua DPRD Lampura. Kedatangan Pengurus Partai Gerindra itu, selain memberikan motivasi juga memberikan bantuan sembako pada para korban dan warga terdampak banjir.
Kunjungan diawali dengan melihat secara langsung kondisi kekinian Lingkungan IV Tanah Miring Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura yang merupakan
wilayah yang terendam banjir. Ada 90 KK disana yang kediamannya terendam banjir. Wilayah ini termasuk yang terparah dalam musibah banjir kali ini. Ketinggian air
ditempat tersebut ada yang mencapai 3 meter, merendam hingga genting rumah warga. Dilanjutkan pada Lingkungan 2 Rawa Karya Kelurahan Kotaalam, dimana sekitar 32 rumah
yang terendam banjir. Lalu ke wilayah Tanjung Aman, Pasar lama Kelurahan Kotabumi Pasar dan Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi. Rombongan juga menyempatkan untuk
mengunjungi kediaman AD bocah SD yang meninggal akibat terseret arus banjir yang melanda di Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi.
Menurut Hj.Wulan, kedatangannya beserta rombongan merupakan wujud kepedulian keluarga besar Partai Gerindra atas musibah yang dialami. Wujud nyata bahwa Partai
Gerindra selalu hadir ditengah masyarakat, utamanya yang tengah menghadapi musibah. Ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar seluruh
keluarga besar Partai Gerindra senantiasa bersama rakyat. “Ketum kami Bapak Prabowo selalu mengingatkan dan menginstruksikan agar selalu bersama rakyat, peduli
terhadap apa yang dialami rakyat. Nah saudara kita tengah dilanda musibah banjir, kami hadir memberikan motivasi atau semangat dan memberikan bantuan. Meskipun mungkin
nilainya tidak seberapa, tetapi paling tidak dapat meringankan beban saudara-saudara kita ini,” ujar Hj, Wulan
Diketahui dalam dua hari terakhir Lampura dikepung banjir. Selain merendam ratusan rumah warga dan Sekolah, banjir yang menerjang juga menghancurkan lahan-lahan
pertanian. Begitu juga sejumlah usaha budi daya ikan air tawar yang rusak dan hanyut, sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. (her)






