Oleh : Mukhlisin Pardi., Amd, IP, SH, MH.
(Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kotabumi)
Assalamualaikum Wr. Wb….
Pada bulan puasa Ramadan, setiap umat Islam wajib menjalankan ibadah shaum (puasa). Selain meningkatkan kualitas diri serta keimanan, masih banyak hikmah puasa Ramadhan yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Puasa dan amalan sunah di bulan suci Ramadhan jangan dijadikan ritualitas biasa saja. Tapi hendaknya dijadikan momentum bagi setiap muslim, untuk mengintropeksi dan mengevaluasi diri dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengintropeksi diri tentunya dengan menyadarkan diri sebagai hamba Allah yang telah menempuh kehidupan selama sebelas bulan dengan berbagai aktivitas duniawi. Namun, apakah aktivitas duniawi itu sudah mengantarkan kita kepada keridhoan Illahi ataukah sekadar memenuhi hawa napsu manusiawi belaka.
Mengevaluasi diri dalam bulan Ramadhan, berarti memaknai apakah ibadah-ibadah yang kita lakukan dibulan ramdhan ini hanyalah sekadar melakukan ritual belaka, tanpa mengambil hikmahnya. Jangan sampai berpuasa, sekadar hanya mengganti jam makan, ditambah shalat tarawih dan witir yang hanya dianggap sebagai gerakan dimulai takbiratul ihram sampai dengan salam. Hal ini sudah diperingatkan dalam hadits Nabi Muhamad saw, “Betapa banyak mereka berpuasa tanpa memperoleh apapun dari ibadah puasanya kecuali sebuah proses menahan lapar dan dahaga.” (HR. Bukhari).
Karenanya Bulan Ramadhan, selayaknya menjadi bulan untuk menggantikan bulan-bulan yang sebelumnya yang sudah kita lewati dengan pahala-pahala yang berlebih. Kita harus sadar, bahwa Allah SWT memberikan umur manusia yang sangat terbatas. Lalu berapa tahun kita maksimalkan untuk ibadah kepada Allah dan berbuat kebaikan terhadap sesama manusia.
Maka sudah seharusnya kita tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan, sebagaimana hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bahwa Rasuwlullah Shalallahul Alaihi wa Sallam bersabda, “Telah datang bulan ramdhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid).
“ Di bulan mulia ini, mari kita bergembira dan memafaatkan bulan Ramadhan ini sebagai sarana untuk intropeksi dan mengevaluasi diri dalam meningkatkan amal ibada kita. Aminnnn YRA….”.
Wassalamualaikum Wr. Wb….






