KOTABUMI – Dampak El-Nino(fenomena pemanasan Suhu Muka Laut/SML di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah) diprediksi akan berdampak berdampak besarbagi para petani di wilayah Provinsi Lampung. Diprediksikan
Untuk itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan(Distanak) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) Tomy Suciadi menghimbau seluruh Petani agar merawat sumber-sumber air dengan sebaik-baiknya.
” Jika benar Provinsi Lampung salah satunya yang akan merasakan dampak El Nino kita harus antisipasi sejak dini. Para Petani harus bisa merawat sumber-sumber air dengan baik. Sehingga saat terjadi kemarau panjang pada bulan Agustus 2023 mendatang kita sudah siap,”ucap Tomy, Senin 1 Mei 2023.
Dikatakan, optimalisasi berbagai sumber air yang sudah ada, seperti saluran irigasi, waduk Wayrarem, sungai, embung, sumur bor, dan sumber air lainnya harus dilakukan sejak saat ini. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola Wayrarem terkait kesiapan air dari saluran irigasi.
Kemudian, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi(Pemprov) Lampung dan Kementrian Pertanian RI, untuk percepatan pemberian bantuan yang sudah direncanakan tahun 2023 seperti embung, RJIT(Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier), alat-alat mesin pertanian(alsintan) dan lain sebagainya.
“Perlu dilakukan percepatan masa tanam untuk menyesuaikan puncak musim kemarau ini. Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pusat,”paparnya.
Meski saat ini cuaca sangat terik dan suhu panas telah berlebihan, tambah Tomy, namun Kabupaten Lampung Utara belum sampai pada tahap kekeringan.
Jika tidak ada halangan akan ada tambahan bantuan dua embung yang akan ditempatkan di Kecamatan Abung Selatan, dan Hulu Sungkai.
“Untuk itu diminta kepada para petani agar dapat merawat sumber-sumber air yang ada termasuk dengan prasarana. Kemudian, bijak dalam penggunaan air, menyesuaikan masa tanam, waspada terhadap bahaya kebakaran dan sebaiknya mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi(AUTP),”himbaunya. (ria/rid)






