Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 13 Des 2024 10:36 WIB ·

Kinerja Intelejen Daerah Buruk, Praktisi Hukum Minta Pejabat Lampura Dievaluasi


 Kinerja Intelejen Daerah Buruk, Praktisi Hukum Minta Pejabat Lampura Dievaluasi Perbesar

KOTABUMI – Pasca terjadinya unjuk rasa yang dilakukan beberapa elemen dikantor Pemkab, dan DPRD Lampung Utara (Lampura) belum lama ini, menambah sisi buruk Kabupaten Lampung Utara yang tidak pernah berhenti dari permasalahan.
Hal ini sangat disayangkan Akademisi sekaligus praktisi Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi (Umko), Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE dalam siaran persnya, yang dikirim ke redaksi radar kotabumi.co.id.
Menurut Suwardi, terjadinya aksi demonstrasi dua elemen masyarakat di Lampung Utara yang terjadi dalam seminggu terakhir ini tidak perlu terjadi, bila saja pemerintah daerah dapat peka terhadap kondisi di lapangan. “Kan ada intelejen daerah yang ada di Kesbangpol, harusnya dimaksimalkan, dalam upaya mengantisipasi terjadinya unjuk rasa. Kan bisa dengan cara duduk satu meja(untuk membahas, Red) permasalahan yang ada, sehingga wibawa pemerintah daerah dapat lebih terjaga,” kata Wakil Rektor (Warek)UMKO ini.
Suwardi mencontohkan pada unras yang terjadi pada Kamis(12/12), isu pergerakan massa yang akan menyampaikan aspirasinya terkait dengan anjloknya harga singkong sudah tersebar sejak seminggu terakhir ini.
“Ini kan seharusnya dapat diantisipasi dengan segera. Dengan cara mengumpulkan dinas terkait, untuk dicarikan solusinya sehingga tidak perlu ada pergerakan massa ” kata dia.
Kemudian, pemerintah melalui Kesbangpol dapat memanggil atau mendatangi simpul-simpul massa yang akan berunjuk rasa, dan perusahaan pengelola tepung tapioka yang ada di Lampung Utara dengan cara duduk bersama untuk mencarikan jalan keluar yang terbaik terkait harga singkong tersebut.
‘Jika dilakukan cara ini sebelumnya, maka saya yakin tidak akan ada pergerakan massa yang akan menuntut perbaikan harga singkong tersebut, karena keinginan mereka dapat terjawab,” kata Bang Wardi.
Namun demikian, dia mempertanyaan mengapa langkah itu tak dilakukan? Apakah efek dari Pilkada yang baru saja selesai sehingga ada beberapa oknum pejabat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung ikut dalam aksi dukung mendukung salah satu calon?.
” Atau mungkin akibat tidak terbayarnya TPP, sehingga mereka menjadi malas-malasan dalam bekerja? Jika itu penyebabnya, maka mau tidak mau kinerja yang buruk ini tidak dapat dipertahankan dan harus segera di evaluasi sehingga kabupaten Lampung Utara tidak semakin terpuruk, atau tetap berada pada zona kabupaten termiskin se provinsi Lampung,”
Kedepan Bang Wardi berharap, agar dimasa kepemimpinan bupati dan wakil bupati terpilih kabupaten Lampung Utara Hamartoni – Romli dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik.”Terutama memilih perangkatnya harus yang terbaik, sehingga dapat bersinergi dan bekerja dengan baik pula,” pungkasnya. (rls)

Artikel ini telah dibaca 193 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hilirisasi Mampu Tingkatkan Nilai Komuditas /// Hendri Yakin Pendapatan Masyarakat Bisa Bertambah

17 Juli 2026 - 15:39 WIB

Rapat Pemantapan MTQ, Sekda Kocek Berbagai Persiapan

16 Juli 2026 - 14:14 WIB

Aklamasi, Rahman Nahkodai DPD PJS Riau Lewat Musdalub III

11 Juli 2026 - 16:54 WIB

PWI dan SIWO Bahas HPN dan Porwanas Bersama Bupati

8 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temui Dewan Pers, PJS Mantapkan Langkah Menjadi Organisasi Konstituen

7 Juli 2026 - 22:17 WIB

Tausiah Ustaz Hasan dan Azis Gagap Pukau Ribuan Masyarakat Lampura

17 Juni 2026 - 17:08 WIB

Trending di Headline