Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 26 Sep 2018 21:40 WIB ·

Rekanan Somasi PUPR Lampura Terkait Macetnya Dana Proyek 2018


 Foto Riduan 
Caption : Sejumlah rekanan menggelar konferensi pers, terkait somasi belum dibayarkan-nya, dana proyek 2018. Foto dibidik Rabu (26/9).  Perbesar

Foto Riduan Caption : Sejumlah rekanan menggelar konferensi pers, terkait somasi belum dibayarkan-nya, dana proyek 2018. Foto dibidik Rabu (26/9).

KOTABUMI–Tidak jelas-nya pembayaran dana proyek 2018 di Kabupaten Lampung Utara(Lampura), membuat para rekanan melayangkan somasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) Setempat.

Para rekanan menunjuk kuasa hukum, yakni Yusuf Sujatmiko, S.H., M.H., Marthon Johan Lattu Putty, S.H., M. Ali Rauf, S.H., Abdul Wahab, S.H., Zikri Kurniawan, S.H., dari Flat Justitia Ruwaf Coelaw Lampung, dengan nomor surat 082/KH-DHD/LPG/IX/2018.
Diketahui somasi yang dilayangkan sudah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, somasi yang sama dilayangkan tertanggal 17 September 2018 lalu.

Erfan Zen selaku perwakilan rekanan mengatakan, somasi dilayangkan karena terjadi ketidakjelasan pembayaran pekerjaan proyek 2018 yang dimenangkan para rekanan.
Menurut dia, pasca dilayangkan somasi yang pertama, Kepala DPUPR Lampura Syahbudin memberikan tanggapan dengan surat bernomor 600/195/15-LU/2018 yang menyatakan tender paket proyek yang digelar beberapa bulan yang lalu batal, atau tidak sah sehingga berimplikasi dengan tidak akan dibayarnya dana proyek seperti uang muka, PHO dan FHO.” Kami khususnya rekanan yang memenangkan tender tersebut sudah menjalani prosedur dengan benar sesui SOP(Standar Operasional Prosedur) yang berlaku.

Perkara saat itu, dia (Syahbudin, Red) mengalami mutasi dan posisi Kadis di Plt-kan, itu bukan urusan kami,” terang Erfan yang didampingi sejumlah rekanan, Rabu (26/9).
Dia menegaskan, rekanan akan menempuh jalur hukum jika dalam beberapa hari ini tidak ada penyelesaian persoalan pekerjaan proyek tersebut. “Kami beri waktu selama tiga hari. Jika tidak ada tindaklanjutnya dari PUPR dan pemkab, maka kami akan menempuh jalur hukum,” tegas Erfan.(rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 27 September 2018

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

9 JPTP Bakal Diselterkan Bulan Juni Mendatang

21 April 2026 - 10:21 WIB

59 Peserta Ikuti Seleksi Muli Mekhanai /// 2 Pasang Terbaik Akan Mewakili Lampura

20 April 2026 - 13:34 WIB

Sukatno Pantau Langsung Kegiatan TKA SD

20 April 2026 - 11:51 WIB

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline