Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 23 Okt 2018 21:10 WIB ·

SPBU Jual Bebas ke Pengecor, Premium Langka


 Foto Riduan 
Caption : Tampak satu mobil openkap berisikan puluhan drigen yang diduga sedang melakukan pengecoran BBM bersubidi jenis premium. Foto dibidik di SPBU Ujanmas, Kecamatan Bukitkemuning, Selasa (23/10). Perbesar

Foto Riduan Caption : Tampak satu mobil openkap berisikan puluhan drigen yang diduga sedang melakukan pengecoran BBM bersubidi jenis premium. Foto dibidik di SPBU Ujanmas, Kecamatan Bukitkemuning, Selasa (23/10).

KOTABUMI— Kelangkaan bahan bakar minyak(BBM) jenis Premium di sejumlah wilayah menjadi sebuah pertanyaan besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelusuran Selasa (23/10), pasokan premium justru banyak ditemukan di kios-kios pengecer.

Tentu saja kondisi ini berbading terbalik dengan ketersediaan pasokan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura). Hampir di seluruh SPBU yang ada di wilayah Lampura, tidak lagi dapat ditemukan BBM jenis premium.

Saat dilakukan penelusuran, di salah satu SPBU 23.345.14 yang terletak di Dusun Ujanmas, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Bukitkemuning, sedang melayani pengecoran BBM yang diduga kuat jenis premium.

Dikatakan, Halim, salah seorang pengendara kendaraan roda dua jenis Yamaha Vixion, yang saat itu sedang ikut dalam antrean mengisi BBM, sekira pukul 09.00 WIB, kemarin(23/10).

Saat diwawancarai, dirinya menyampaikan kekecewaan atas pelayanan petugas SPBU 23.345.14 yang lebih mengutamakan pengecor BBM.”Bayangkan saja, Pak, ini masih pagi sudah tiga mobil berderet mengecor BBM dengan puluhan derigen kapasitas 20 liter. Saya kira, pengecor itu pasti sedang membeli BBM Premium.

Bagaimana premium tidak langka kalau kenyataan di lapangan seperti ini. Semestinya, pemerintah ambil tindakan agar BBM bersubsidi tidak diperjualbelikan sembarangan,”ujar Halim, yang saat diwawancarai mengaku telah antre hampir selama satu jam.(rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 24 Oktober 2018

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

9 JPTP Bakal Diselterkan Bulan Juni Mendatang

21 April 2026 - 10:21 WIB

59 Peserta Ikuti Seleksi Muli Mekhanai /// 2 Pasang Terbaik Akan Mewakili Lampura

20 April 2026 - 13:34 WIB

Sukatno Pantau Langsung Kegiatan TKA SD

20 April 2026 - 11:51 WIB

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline