Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 6 Jan 2019 22:08 WIB ·

Setelah PDPM, Giliran PMII dan MPAL Laporkan Hadian Terkait Dugaan Fitnah dan Ujaran Kebencian


 Foto IST 
Caption : Ketua PC PMII Kotabumi Yudian Patria, saat melaporkan dugaan ujaran kebencian yang disampaikan Hadian Fitra terhadap umat NU, di Mapolres Lampura, Jumatr(4/1).
 Perbesar

Foto IST Caption : Ketua PC PMII Kotabumi Yudian Patria, saat melaporkan dugaan ujaran kebencian yang disampaikan Hadian Fitra terhadap umat NU, di Mapolres Lampura, Jumatr(4/1).

KOTABUMI—Setelah Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah(PDPM), kini giliran Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Kotabumi dan Masyarakat Adat Lampung Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melapor ke Mapolres Setempat.

Ketua PC PMII Kotabumi, Yudian Fitria menegaskan, pidato Hadian Fitra di salah satu gereja yang belum diketahui tempatnya, yang tengah viral di Media Sosial(Medsos) Facebook dan Youtube diduga mengandung muatan ujaran kebencian.

”Pada saat itu, Hadian alias pakde mengatakan pemeluk NU kalau meninggal diazani itu bodoh(menit 8.55) dan menyatakan Nabi Muhammad kok minta dido’ain(dimenit ke 11.39), itu merupakan bentuk ujaran kebencian yang dilontarkan pelaku. Ucapan itu sebagai bentuk ejekan kepada umat NU,”ujar Yudian, Minggu (6/1/2019).

Mengetahui hal itu, lanjut Yudian, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan melaporkan ke pihak kepolisian Polres setempat, Jum’at (4/1/219) lalu.”Kita buat laporan karena marasa dirugikan dan mengandung propaganda. Karena pidato Hadian alias Dian alias Pakde itu telah menyinggung masyarakat NU, dan suku Lampung,”tegasnya.

Menurutnya dengan adanya pidato yang menyebut orang NU itu bodoh karena mengadzani orang yang sudah meninggal, dan Nabi Muhammad kok minta didoain itu dapat menimbulkan gejolak di kalangan warga Nahdliyin di Lampura.”Maka dari itu saya selaku Ketua PMII Lampura dan memiliki hubungan erat dengan NU melaporkan hal tersebut,”imbuh Yudian.(rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 7 Januari 2019

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline