Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 6 Jan 2019 22:21 WIB ·

Tugu Payan Mas Kotabumi Minim Fasilitas Namun Cukup Diminati


 Foto RNN
caption : Suasana di bundaran Tugu Payanmas Kotabumi saat malam  hari. Meski tidak banyak fasilitas yang tersedia, namun cukup menyedot kehadiran warga. Foto dibidik Minggu (6/1) malam. Perbesar

Foto RNN caption : Suasana di bundaran Tugu Payanmas Kotabumi saat malam hari. Meski tidak banyak fasilitas yang tersedia, namun cukup menyedot kehadiran warga. Foto dibidik Minggu (6/1) malam.

KOTABUMI–Tidak ada fasilitas berlebih yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Namun kenyataannya, Tugu Payan Mas yang menjadi icon Lampura tersebut tetap ramai dikunjungi. Utamanya mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan sangking ramainya pengunjung, seputar tugu tersebut nyaris tidak dapat dilalui. Apa sebenarnya yang menarik warga Lampura, hingga menjadikan lokasi tersebut tempat bersantai bersama keluarga dan kekasihnya, berikut ulasannya.

Kota Kotabumi yang menjadi ibukota kabupaten tertua di Lampung, sangat minim fasilitas hiburan. Utamanya hiburan malam. Bahkan untuk sekedar kongkow-kongkow bersama kerabat, belum ada lokasi yang menunjang. Itulah sebabnya, ketika bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara, me-‘nyulap’ beberapa tempat menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat yang haus akan hiburan. Mulai dari Taman Olah Seni atau taman santap yang kemudian dibangun tugu rato ditarik burung garudo, hingga Tugu Payanmas yang semula dikenal sebagai tugu kayu aro.

Sejatinya hanya sentuhan kecil yang dilakukan sang bupati. Yakni membuat taman-taman kecil dan tempat duduk, beserta sedikit lampu hias. Lalu disediakan juga wifi gratis bagi para pengunjung. Meskipun fasilitas itu sederhana, ternyata cukup membuat warga tertarik untuk mengunjunginya. Terlebih ada sejumlah pedagang disana, yang mempermudah warga untuk sekedar melepaskan santai.

Meski secara umum, tidak ada lokasi parkir yang tersedia. pengunjung harus memanfaatkan badan jalan untuk memarkirkan kendaraannya. Sudah dapat dipastikan, kondisi ini mengganggu arus lalu lintas.(her/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 7 Januari 2019

Artikel ini telah dibaca 327 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

4 Jurnalis Indonesia dan 1 Relawan Ditangkap Israel, Sekjen DPP PJS: Segera Bebaskan

19 Mei 2026 - 11:29 WIB

Pesan Hingga Pujian Disampaikan Sukatno Saat Melepas Para Pejabatnya

19 Mei 2026 - 11:18 WIB

Kaban Kesbangpol Sertijabkan Jabatan Kabid Hingga Keuangan /// Antoni Effendi Resmi Jabat Kabid Ormas

18 Mei 2026 - 11:49 WIB

Indonesia di Era Prabowo–Gibran: Antara Harapan Besar, Tantangan Global, dan Ujian Geopolitik Dunia

13 Mei 2026 - 19:30 WIB

PIDATO STRATEGIS ADVOKASI PRO JURNALISMEDIA SIBER

13 Mei 2026 - 16:51 WIB

Generasi Glowing, drg.Meri Kampanyekan Minum TTD di SMAN 3

13 Mei 2026 - 13:43 WIB

Trending di Headline