Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 12 Mar 2019 21:52 WIB ·

Mengidap Hydrochepalus, Sabrina Butuh Uluran Tangan


 Foto Ferdani
Caption : Bocah Hyidrochepalus Batrisia Sabrina, warga Desa Bumijaya, RT I / RW II Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, saat berada dipangkuan neneknya. Foto dibidik Senin(11/3). Perbesar

Foto Ferdani Caption : Bocah Hyidrochepalus Batrisia Sabrina, warga Desa Bumijaya, RT I / RW II Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, saat berada dipangkuan neneknya. Foto dibidik Senin(11/3).

ABUNG TIMUR–Malang nian nasib yang dialami Batrisia Sabrina, seorang balita yang masih berusia sekitar 21 bulan, buah hati dari pasangan Supriyadi (40), dan Alm. Rita Suryati(36) warga Desa Bumijaya, RT I / RW II Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Pasalnya bayi malang tersebut diketahui mengidap penyakit hydrocephalus, sejak 5 bulan saat dirinya berada dalam kandungan ibunya. Tak sampai disitu, setelah melahirkan bayi malang ini Rita Suryati meninggal diunia, akibat menderita penyakit tumur usus.

Menurut Mutaslimah(64) didampingi Sayid (73), merupakan kakek dan nenek Batrisia, awalnya ibu balita malang ini seringkali mengeluhkan sakit di bagian perut, sehingga dilakukan pemeriksaan kandunganke dokter klinik kesehatan yang ada di Kotabumi.

Berdasarkan dugaan awal, sakit yang dikeluhkan Rita Suryati disebabkan kelainan pada janin yang terdapat dalam kandungannya. Selain itu, dokter juga mengungkapkan jika Rita Suryati mengidap tumor usus. Sehingga dianjurkan untuk dilakukan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Diterangkan, Batrisia Sabrina lahir secara sesar di Rumah Sakit Handayani(RSH) Kotabumi pada 13 April 2017 lalu. Saat dilahirkan, balita malang itu, telah mengidap penyakit hydrochepalus. Sehingga pihak RSH merujuk bayi tersebut ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.

” Karena dokter yang membidangi penyakit tersebut sedang tidak berada di tempat. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa Sabrina pulang ke rumah,”ujar Mutaslimah, saat diwawancarai wartawan.(fer/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 13 Maret 2019

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline