Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 7 Mei 2019 21:17 WIB ·

Warga Keluhkan Maraknya Suara Petasan


 Foto cw9
Caption : Salah seorang penjual petasan dan kembang api musiman yang sedang melayani calon pembeli di sekitar pasar dekon Kotabumi, Selasa (7/5). Perbesar

Foto cw9 Caption : Salah seorang penjual petasan dan kembang api musiman yang sedang melayani calon pembeli di sekitar pasar dekon Kotabumi, Selasa (7/5).

KOTABUMI–Maraknya suara petasan pada bulan Ramadan, mulai dikeluhkan warga diseputaran Kotabumi. Pasalnya, suara yang dihasilkan petasan tersebut cukup mengganggu kenyamanan warga Lampung Utara(Lampura) saat sedang menjalankan ibadah baik puasa, dan salat tarawih.

Aryanto(36), warga jalan Mangga Besar, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mengatakan, suara petasan hampir tiap harinya terdengar, mulai dari waktu subuh hingga tengah malam. Terlebih dikediamannya banyak balita, sehingga sering membuat kaget anak dan keponakannya.”Anak dan ponakan saya sering kaget dengar suara petasan, belum lagi suara itu lumayan besar. Kebanyakan anak-anak remaja yang iseng menyalakan petasan itu,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Yanti (52), salah satu warga di seputaran jalan Garuda, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Menurutnya, suara petasan sangat membuat tidak nyaman. Dia berharap pihak terkait, baik itu pemerintah daerah maupun aparat kepolisian setempat dapat segera menertibkan para penjual petasan, agar tidak menjual petasan yang tergolong besar dan membahayakan.”Saya ini punya gejala darah tinggi, jadi denger suara begituan (petasan, Red) sering kesel sendiri. Tolong pihak terkait bisa lebih ditertibkan, mana jenis petasan dan kembang api tidak boleh diperjual belikan,” harapnya.(cw9)

Selengkapnya, baca edisi cetak 8 Mei 2019

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Paksu & Sehati, Disdukcapil Lampura Inovasi URC 1803

15 April 2026 - 19:06 WIB

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Trending di Headline