KOTABUMI—Keputusan Pemerintah Republik Indonesia, membatasi atau memblokir sejumlah fitur di media sosial(medsos), seperti Facebook, Instagram(IG), Twitter, dan Watshapp(WA), dikeluhkan banyak warganet, di Kotabumi dan sekitarnya. Terlebih bagi mereka yang menjalankan usahanya dengan mengandalkan promosi produk melalui medsos. Mereka tidak lagi dapat mengupload gambar atau video dari produk yang dijajakan.
Herman salah seorang pelaku usaha pakaian jadi di bilangan Pasar pagi Kotabumi, menuturkan, selain menjajakan dagangannya di kompleks pertokoan pasar tersebut, dirinya juga mengandalkan pembeli dari tayangan yang diuploadnya lewat medsos.
Namun mulai Rabu (22/5), dirinya tidak lagi dapat pesanan lewat medsos. Karena ia tidak dapat mengupload model pakaian yang dijualnya.”Tadinya saya kira ada gangguan sinyal, namun kemudian saya dapat informasi jika medsos tengah di blokir pemerintah khususnya untuk pengiriman gambar dan video. Sungguh saya sayangkan, apalagi ini menjelang lebaran dimana banyak permintaan atau pesanan dari para pelanggan yang disampaikan lewat medsos,” ujarnya.
Nurul salah seorang warga yang tinggal di kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, juga mengeluhkan hal serupa. Ia yang mencoba mengembangkan usaha skubal yakni makanan khas Lampung yang terbuat dari ketan melalui medsos, merasa dirugikan.
Sebab, untuk menjajakan panganan tersebut, dirinya mengandalkan promosi lewat medsos. Dengan pemblokiran itu, praktis dirinya tidak lagi dapat menjajakan usahanya tersebut.”Usaha saya ini, cuma rumahan, tidak dijajakan di pasar. Karenanya saya menjajakan skubal hanya lewat medsos.(her/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 23 Mei 2019






