KOTABUMI—Antrian panjang pegawai negeri(PNS) terjadi di Kantor Bank Lampung Cabang Kotabumi, dan sejumah Anjungan Tunai Mandiri(ATM) yang berada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura), menyusul kebijakan pembayaran gaji para PNS yang langsung ditransfer melalui layanan perbankan daerah tersebut.
Hal ini tentu saja dikeluhkan, para nasabah dari bank tersebut, pasalnya kebijakan itu tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan, dan fasilitas penarikan uang pada bank milik Pemprov Lampung ini.”Ya gaji ditransfer melalui rekening PNS yang ada di Bank Lampung, tapi tidak dibarengi dengan fasilitas dan pelayanannya,”ujar salah seorang PNS di Pemkab Lampura, Jumat (24/5).
Contohnya saja, lanjut PNS muda berkata mata ini, untuk jumlah mesin ATM saja sangat sedikit diantaranya di Pemkab Lampura, SMKN 1 Kotabumi, Pasar Bukitkemuning, dan kantor cabang Bank Lampung itu sendiri.”Itu pun terkadang sering macet –macet. Kadang-kadang uangnya habis,”imbuhnya.
Ketua Komisi II DPRD Lampura Wansori, yang kebetulan hendak mengambil sejumlah uang di Bank Lampung, merasa geram dan kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak Bank tersebut.
Kepada Radar Kotabumi, Wansori mengatakan, saat dirinya hendak mengambil sejumlah uang di ATM yang berada tepat di Halaman kantor Bank Lampung, dirinya tampak mendapatkan sejumlah nasabah yang harus rela mengantri baik itu di ATM maupun di dalam ruangan dengan memakan waktu yang lama. Hal yang samapun tampak terjadi di sejumlah titik ATM milik Bank Lampung di Kabupaten setempat.”Seharusnya dengan banyaknya jumlah nasabah, pihak Bank bisa lebih baik lagi. Coba bayangkan bila uang itu dibutuhkan untuk keluarga yang sedang sakit, bisa jadi beban masalah baru lagi,” keluhnya.
Lebih lanjut dikatakan, ditengah pesatnya kemajuan teknologi sudah menjadi keharusan perusahaan terutama dalam hal fasilitas pendukung yang lebih memadai agar dapat memudahkan para nasabah dalam pengambilan uang. Kalau dibiarkan berlarut bukan tidak mungkin para nasabah lebih memilih Bank lainnya yang lebih memadai fasilitasnya.”Mestinya fasilitas pendukung lainnya bisa lebih memadai, sehingga hal seperti ini tidak terulang dikemudian hari. Saya melalui Komisi II dalam waktu dekat ini akan memangil pihak Bank untuk hearing,”imbuh Wansori.
Menanggapi hal tersebut, Manager Operasional dan Pelayanan Alamsyah, mengatakan, dalam meningkatkan pelayanan pihaknya telah mengaktifkan sebanyak lima mesin ATM milik Bank Lampung sebagai bentuk jawaban atas keluhan nasabah.”Antrian ini terjadi, kemungkinan karena bersamaan keluarnya gaji 14 bagi para ASN dan pensiunan,”singkatnya.(cw9/rid)






