Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 4 Sep 2019 21:10 WIB ·

Sosialisasi Jiwa Semangat Juang DHC 45 Minta Santri Tauladani Perjuangan Bupati Agung


 Foto RIA  Ketua DHC 45 Lampura H. Saleh Ahmad bersama rombongan saat foto bersama dengan para Santri usai Sosialisasi, Rabu (4/9).
Perbesar

Foto RIA Ketua DHC 45 Lampura H. Saleh Ahmad bersama rombongan saat foto bersama dengan para Santri usai Sosialisasi, Rabu (4/9).

KOTABUMI – Dewan Harian Cabang(DHC) 45 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus menggelar sosialisasi jiwa semangat nilai 45. Sosialiasi kali ini, digelar di Pondok Pesantren(Ponpes) Misbahul Khoir, Kecamatan Kotabumi Selatan, Rabu (4/9).
Dalam sosialisasi, diceritakan sejarah perjuangan kemerdekaan pada tahun 1945 – 1949, dan cerita tentang perjuangan Bupati Lampura, Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, dalam meraih cita-cita.

“Pak Bupati Agung patut menjadi contoh generasi muda, karena semangat juangnya yang keras. Meski tiga kali tidak lulus seleksi STPDN, ia tetap mengejar. Inilah orang sukses yang harus dicontoh, pantang mundur dan pantang menyerah,”tutur Ketua DHC 45 Lampura Hi. Saleh Ahmad dalam sosialisasinya, Rabu (4/9).

Dalam sosialisasi Saleh Ahmad menjelaskan, perbedaan perjuangan 45 dengan pejuang tahun 50. Menurutnya, pejuang 45 mempertahankan kemerdekaan tanpa menggunakan alas kaki, bahkan tidak menggunakan pakaian lengkap dengan senjata seadanya.

Sedangkan pejuang tahun 50 – 70 ke atas, para tentara sudah menggunakan pakaian bagus, menggunakan sepatu, berpakaian lengkap, mendapatkan honor dan mendapat fasilitas lainnya.”Perbedaan nilai Juang, agar dibedakan sehingga anak-anak mengerti.

Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini mereka bisa mengerti, tidak ada pejuang yang sekarang ini tanpa pamrih. Setidaknya mereka dapat mendengar cerita tentang kemerdekaan dari kita, begitu juga cerita tentang sejarah Presiden Soekarno yang ditahan. Cerita ini, jika diresapi seharusnya bisa menginspirasi para pelajar dan santri,”papar Datuk Saleh.(ria/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 5 September 2019

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline