KOTABUMI – Dewan Harian Cabang(DHC) 45 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus menggelar sosialisasi jiwa semangat nilai 45. Sosialiasi kali ini, digelar di Pondok Pesantren(Ponpes) Misbahul Khoir, Kecamatan Kotabumi Selatan, Rabu (4/9).
Dalam sosialisasi, diceritakan sejarah perjuangan kemerdekaan pada tahun 1945 – 1949, dan cerita tentang perjuangan Bupati Lampura, Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, dalam meraih cita-cita.
“Pak Bupati Agung patut menjadi contoh generasi muda, karena semangat juangnya yang keras. Meski tiga kali tidak lulus seleksi STPDN, ia tetap mengejar. Inilah orang sukses yang harus dicontoh, pantang mundur dan pantang menyerah,”tutur Ketua DHC 45 Lampura Hi. Saleh Ahmad dalam sosialisasinya, Rabu (4/9).
Dalam sosialisasi Saleh Ahmad menjelaskan, perbedaan perjuangan 45 dengan pejuang tahun 50. Menurutnya, pejuang 45 mempertahankan kemerdekaan tanpa menggunakan alas kaki, bahkan tidak menggunakan pakaian lengkap dengan senjata seadanya.
Sedangkan pejuang tahun 50 – 70 ke atas, para tentara sudah menggunakan pakaian bagus, menggunakan sepatu, berpakaian lengkap, mendapatkan honor dan mendapat fasilitas lainnya.”Perbedaan nilai Juang, agar dibedakan sehingga anak-anak mengerti.
Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini mereka bisa mengerti, tidak ada pejuang yang sekarang ini tanpa pamrih. Setidaknya mereka dapat mendengar cerita tentang kemerdekaan dari kita, begitu juga cerita tentang sejarah Presiden Soekarno yang ditahan. Cerita ini, jika diresapi seharusnya bisa menginspirasi para pelajar dan santri,”papar Datuk Saleh.(ria/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 5 September 2019






