KOTABUMI — Mangkraknya proyek pengerjaan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang terletak di jalan Jendral Sudirman, Kotabumi, tepatnya di areal Taman Olah Seni(TOS) diduga dijadikan tempat maksiat dan mesum.
Hal ini ikuatkan dengan pengakuan Rina yang diketahui merupakan seorang pedagang nasi uduk, yang biasa mangkal di sekitar lokasi gedung perpustakaan itu.
Kepada sejumlah awak media, Rina mengatakan gedung perpustakaan daerah telah berdiri sejak tahun 2017 silam. Namun hingga kini, pembangunan belum juga terselesaikan.”Akibatnya, gedung kosong tersebut dijadikan tempat oleh sejumlah anak muda, dan siswa sekolah, untuk melakukan aksi mesum, bolos sekolah, dan mabuk-mabukan,”ujarnya sekitara pukul 11.30 WIB, Jumat(27/9).
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Lampura, Alon Sinaga membenarkan jika proyek pembangunan gedung perpustakaan daerah dibangun tahun 2017.”Pekerjaan terhenti hingga saat ini, akibat terkendala anggaran. Kemungkinan besar, akan dilanjutkan tahun 2020,” katanya.
Sementara itu, Plt Kadis Perpustakaan dan Arsip Lampura, Indralina Ariyanti, menyayangkan jika gedung dua lantai tersebut menjadi terbengkalai akibat mangkraknya proyek. Terlebih, keberadaan gedung perpustakaan daerah kini informasinya dijadikan tempat mangkal anak muda dan siswa sekolah dalam melakukan aksi negatif, seperti mesum, bolos sekolah, dan mabuk-mabukan.(fer/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 30 September 2019






