Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 6 Okt 2019 20:53 WIB ·

Warga Khawatir Karhutla Meluas


 Foto IST 
Caption : Puluhan hektar hutan dan lahan yang terletak di Gunung Abung, Register 34 Tangkit Tebak, Desa Dwikora, Kecamatan Bukitkemuning, terbakar. Foto dibidik, Minggu (6/10).  Perbesar

Foto IST Caption : Puluhan hektar hutan dan lahan yang terletak di Gunung Abung, Register 34 Tangkit Tebak, Desa Dwikora, Kecamatan Bukitkemuning, terbakar. Foto dibidik, Minggu (6/10).

BUKITKEMUNING–Kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) yang melanda register 34 Gunung Abung, Bukitkemuning, Lampung Utara(Lampura) kian meluas. Kebakaran tersebut sudah terjadi enam hari hari belakangan. Hal ini membuat warga khawatir kebakaran meluas dan berdampak pada kehidupan mereka. Kekhawatiran ini diungkap Kepala Desa Dwikora, Kecamatan Bukitkemuning Muhammad Taslim, Minggu (6/10).

Ia mengungkapkan, Karhutla yang terjadi sejak 1 oktober 2019 tiap harinya semakin bertambah parah. “Perkiraan saya sudah 30 hektar lahan yang terbakar kalau dibiarkan bisa ratusan hektar jadi korban,” ujarnya.

Menurutnya, Kepanikan ini juga disebabkan kekhawatiran dari warga dan kelompok tani karena lahan daerah yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga kemungkinan besar akan semakin meluas.”Warga takut dengan habisnya pepohonan akan menyebabkan longsor dan menimpa rumah warga, dan jika terus meluas banyak perkebunan kopi milik kelompok tani akan habis serta dengan kebakaran ini mereka takut hewan liar akan turun ke daerah pemukiman,”ujarnya.

Selain itu ia berpendapat lahan tersebut merupakan habitat dari banyak hewan yang dilindungi, serta ada bangunan peninggalan jepang yang bisa rusak karena kejadian ini.“Rusa, Kijang masih banyak di lahan ini, warga juga kabarnya sering melihat beruang serta harimau sumatera kalo dibiarkan gimana nasibnya,”katanya.(fer/rnn/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 7 Oktober 2019

 

Artikel ini telah dibaca 205 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline