BUKITKEMUNING–Kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) yang melanda register 34 Gunung Abung, Bukitkemuning, Lampung Utara(Lampura) kian meluas. Kebakaran tersebut sudah terjadi enam hari hari belakangan. Hal ini membuat warga khawatir kebakaran meluas dan berdampak pada kehidupan mereka. Kekhawatiran ini diungkap Kepala Desa Dwikora, Kecamatan Bukitkemuning Muhammad Taslim, Minggu (6/10).
Ia mengungkapkan, Karhutla yang terjadi sejak 1 oktober 2019 tiap harinya semakin bertambah parah. “Perkiraan saya sudah 30 hektar lahan yang terbakar kalau dibiarkan bisa ratusan hektar jadi korban,” ujarnya.
Menurutnya, Kepanikan ini juga disebabkan kekhawatiran dari warga dan kelompok tani karena lahan daerah yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga kemungkinan besar akan semakin meluas.”Warga takut dengan habisnya pepohonan akan menyebabkan longsor dan menimpa rumah warga, dan jika terus meluas banyak perkebunan kopi milik kelompok tani akan habis serta dengan kebakaran ini mereka takut hewan liar akan turun ke daerah pemukiman,”ujarnya.
Selain itu ia berpendapat lahan tersebut merupakan habitat dari banyak hewan yang dilindungi, serta ada bangunan peninggalan jepang yang bisa rusak karena kejadian ini.“Rusa, Kijang masih banyak di lahan ini, warga juga kabarnya sering melihat beruang serta harimau sumatera kalo dibiarkan gimana nasibnya,”katanya.(fer/rnn/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 7 Oktober 2019






