KOTABUMI-Sebanyak 29 Rumah warga di RT 05/LK 03, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) sudah mulai kebanjiran, dengan ketinggian 1,5 meter, Sabtu Malam(25/1). Anehnya, air masuk menggenangi rumah warga, padahal beberapa hari belakangan ini tak terjadi hujan deras.

Tim TRC BPBD Lampura, tengah meninjau rumah warga yang ada di Kelurahan Kotabumi Pasar yang berada di bantaran aliran sungai batanghari.
“Dari Sabtu(25/1) malam rumah warga sudah dimasuki air. Dan hingga siang menjelang sore airnya terus bertambah hanya berkurang sedikit sekitar 10 centi meter saja,”jelas Camat Kotabumi Selatan Sarihusin saat turun ke lokasi banjir, Minggu (26/5).

Daftar korban terdampak bencana banjir
Dikatakan, untuk barang-barang warga sendiri sudah banyak yang dievakuasi oleh masyarakat dengan dibantu pihak para kerabatnya. Kemungkinan besar air akan kembali naik, dan rumah warga bisa terendam seperti tahun sebelumnya jika turun hujan kembali.
Secepatnya, pihaknya telah melaporkan peristiwa banjir tersebut ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Setempat.”Kalau hujan lebat airnya bisa naik. Untuk itu kami akan berkeliling untuk memantau lokasi rawan banjir lainnya yang ada di Kecamatan Kotabumi Selatan,”kata dia.
Terpisah Camat Kotabumi Nujum Masya menyatakan, untuk daerah Kecamatan Kotabumi saat ini di Kelurahan Kotabumi Pasar tepatnya rumah warga yang ada di bantaran sungai batang hari halamannya sudah digenangi air. Namun air hingga saat ini belum masuk ke rumah warga. Tak hanya itu saja, sejumlah wilayah seperti aliran air kali umban airnya sudah mengalami peningkatan.
”Kita sedang monitor, saat ini masih aman, belum ada laporan terkait adanya rumah yang dimasuki air, namun kita tetap siaga. Untuk lokasi rawan di tempat kita yakni di Kelurahan Kotabumi Pasar, Kotabumi Udik, dan Kelurahan Cempedak. Kita siap tanggap dan langsung turun ke lokasi jika terjadi banjir,”jelasnya.
Angga, warga Kalipasir Kecamatan Kotabumi Udik, menyebut, volume air mulai mengalami peningkatan sejak dua hari lalu. Bahkan, menurutnya air sempat memasuki permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB dinihari Minggu (26/1). Akibatnya tempat pemakaman yang berada di bibir sungai ikut terendam akibat luapan air.
Namun kondisi tersebut mulai berangsur membaik dengan turunnya volume air pada sore harinya. Kendati demikian, kondisi tersebut tak lantas membuat warga menghentikan pantauan. Hingga sore tampak para warga masih terus siaga. ” Kuburan(pempat pemakaman, Red) ini tadinya sempat terandam. Air sampai diujung gang situ bang, pas deket rumah pak RT. Baru siang inilah air mulai turun,” ujarnya kepada Radar Kotabumi Minggu (26/1) petang.(ria/ano/rid)
Selengkapnya, baca edisi cetak 27 Januari 2020






