KOTABUMI – Hingga kemarin(27/1), jumlah pasien Demam Berdarah Dengue(DBD) yang telah dirawat di Rumah Sakit Daerah(RSD) Mayjend. HM. Ryacudu mencapai 57 orang, dengan rincian 29 pasien dewasa, 28 pasien anak – anak. Jumlah tersebut mengalami penigkatan dari data sebelumnya yakni sebanyak 43 pasien positif DBD dengan rincian, 23 orang dewasa dan sisanya 20 pasien anak-anak. ”Untuk hari ini(kemarin, Red) yang masih dirawat sebanyak 11 orang dewasa di ruang penyakit dalam. Lalu, lima pasien dirawat di ruang anak, dan empat orang diruang VIP,” terang Entina, Humas RSD Mayjend. HM. Ryacudu, Senin (27/1).
Hasil wawancara terhadap salah satu keluarga pasien DBD diketahui menyatakan hal yang cukup mencengangkan. Dimana diketahui di desa Gunungbesar Kecamatan Abung Tengah, sudah puluhan orang warga yang terpapar virus mematikan itu.”Kalau di tempat saya sudah ada 20-an orang lebih yang kena(DBD, Red). Tapi sampai saat ini belum ada penanganan berarti dari aparatur setempat. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti. Entah itu fogging atau apalah,” ujar Pran, warga Desa Gunungbesar, kepada Radar Kotabumi Senin (27/1), saat menemani putrinya yang sedang dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Menurut Pran, wilayah tempat tinggalnya bisa dikatakan sebagai salah satu kawasan rentan terhadap penyebaran virus DBD. Terlebih memasuki musim penghujan seperti saat ini. Hampir selama dua pekan belakangan, sudah banyak warga yang mengalami hal serupa dengan gejala mual dan kepala pusing, serta mengalami peningkatan suhu tubuh
”Gejalanya persis seperti putri saya. Ardian(7) , mengalami mual, dan kepala pusing, serta suhu tubuh meningkat,”katanya diamini Iin(28), warga Abung Tengah lainnya.
Tak ingin kondisi sang buah hati lebih parah, lanjut Pran, dirinya membawa anaknya ke Puskesmas setempat. Kemudian, oleh puskemas dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan dirujuk ke rumah sakit.”Trombosit turun terus, belum stabil, semoga lekas membaik,”katanya.
Hal serupa diutarakan Abnori (58), warga Kecamatan Abung Barat. Meski kondisi Renita(21) anak perempuan yang diagnosa positif DBD sudah berangsur membaik, namun masih harus mendapatkan perawatan intensif dari medis untuk memulihkan kembali kesehatannya.”Sepengetahuan saya ditempat tinggal kami ya baru anak saya ini. Tapi kalau tidak dilakukan antisipasi dari sekarang, bukan tidak mungkin penyebaran akan meluas,”ucapnya.
Menanggapi banyaknya warga yang mulai terpapar virus DBD, Mulyadi selaku Camat Abung Tengah tak menampik hal itu. Menurutnya, berdasarkan laporan warga dan kepala Puskesmas Subik, memang benar bahwa banyak warga desa Gunungbesar yang diindikasi terjangkit wabah DBD.”Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh warga melalui kepala desa untuk bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan secara bersama-sama,”katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat terkait pelaksanaan fogging(pengasapan).”Kami harapkan secepatnya bisa segera dilakukan (fogging). Selain itu, pihak puskesmas telah mengerahkan jajarannya untuk mengawasi secara intens masyarakat yang terjangkit DBD,” pungkasnya.(ano/rid)






