KOTABUMI — Sejumlah kegiatan fisik berupa pembangunan infrastuktur yang bersumber dari Dana Kelurahan(DK) Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, diketahui rampung dilaksanakan. Meskipun pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan tak ada perubahan. Sedikit mendapat kritikan dari warga sekitar, lantaran penentuan lokasi pembangunan hanya terfokus pada satu lingkungan.
“ Terlepas itu sudah melalui musyawarah atau tidak, sebaiknya memang pembangunan disebar di lingkungan lain. Kalau di bilang anggaran terbatas, maka selayaknya mesti menyentuh semua lingkungan. Karena dana itu bukan hanya milik satu lingkungan saja,” ujar Dedy Adriyanto, salah seorang warga yang juga mantan anggota DPRD Lampung Utara (Lampura) kepada Radar Kotabumi, Senin (27/1).
Menurutnya, bantuan dana yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) Tahun 2019 seharusnya digunakan untuk menunjang kemajuan sarana dan prasarana di masing-masing kelurahan penerima. Karena itu, wajib dikelola dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk para kepala lingkungan, beserta ketua RT-nya. Sehingga dana yang diperoleh, bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat kelurahan setempat.
“ Dengan hadirnya utusan masing-masing lingkungan, maka nantinya usulan-usulan dari para warga bisa ditampung. Kalau memang tidak bisa dilaksanakan semua, baiknya disebar juga ke lingkungan lainya. Biar tidak menimbulkan kecemburuan antar warga,” sarannya.
Hal berbeda disampaikan Sigit, ketua RT 04 / LK1 yang menyikapi positif pembangunan sumur bor yang ada di lingkunang-nya. Dia beralasan pembangunan sumur bor itu, berada tak jauh dari permukiman sehingga memudahkan warga dalam mencukupi kebutuhan air bersih. “ Kemarin itu kan pas musim kemarau. Kebanyakan warga sini kesulitan memperoleh air bersih. Jadi benar-benar dirasakan manfaatnya,”katanya.
Menanggapi hal itu, Lurah Kelapatujuh Suahmad mengatakan, pembangunan terfokus di salah satu lingkungan disebabkan faktor minimnya anggaran dana kelurahan yang diterima pihaknya.
Namun demikian, dia menyebut, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengadakan musyawarah dengan seluruh ketua LK dan RT untuk menampung sejumlah usulan masyarakat untuk direalisasikan pada tahap berikutnya.”Kemarin kita sudah rapat. Memang pada tahap awal tidak semua ketua RT hadir. Makanya kita adakan musyawarah untuk membahas rencana ke depan,” katanya.
Dana yang diterima kelurahan kelapatujuh, lanjutnya, sebesar Rp 370 juta, dan telah digunakan dalam dua kegiatan yakni, pemberdayaan, dan fisik. Untuk kegiatan fisik diketahui dilaksanakan sesuai rencana awal.”Kegiatan fisik terdiri dari pembuatan sumur bor sebanyak 4 titik di RT 9, RT 2, RT 4, RT 5. Lalu, pembuatan talut atau siring pasang di dua titik. Semua pekerjaan dilaksanakan di LK I,”pungkasnya.(ano/rid).






