Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 3 Feb 2020 23:37 WIB ·

DBD Kembali Telan Korban


 foto : FERDANI 
Caption : Jenazah Aulia Rahma, korban keganasan virus DBD, saat di semayamkan dirumah duka, foto dibidik Senin (3/2). Perbesar

foto : FERDANI Caption : Jenazah Aulia Rahma, korban keganasan virus DBD, saat di semayamkan dirumah duka, foto dibidik Senin (3/2).

KOTABUMI — Malang nian nasib yang dialami oleh Aulia Rahma, warga Jalan Hamami Farial Mega, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Pasalnya, putri berusia 11 tahun ini, meninggal dunia akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pada akhir-akhir ini merebak di Kabupaten setempat.

Menurut keterangan Idhamsyah (35) kerabat dekat korban, keponakannya tersebut meninggal dunia akibat terjangkit wabah DBD. Awalnya pada Kamis 30 Januari 2020, Aulia hanya menderita demam biasa. Karenanya orang tua korban tidak terlalu menggubris kondisi kesehatan gadis kecil itu.

Namun sakit yang diderita tidak kunjung sembuh, membuat Aulia dibawa Puskesmas Kotabumi Udik untuk dilakukan rawat jalan. “Merasa tidak puas, keponakan saya itu dibawa kerumah sakit Maria Regina, lalu beberapa hari kemudian dirujuk lagi ke RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi.”terangnya, Senin (3/2)

Saat dirawat di RSD Ryacudu Kotabumi itulah diketahui trombosit Aulia sudah mulai lemah. Yakni hanya mencapai 37. Oleh sebab itu keluarga akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan rujukan terhadap Aulia Rahma (Korban,Red) ke RS Abdoel Moeloek Bandarlampung, pada Minggu (2/2) untuk dilakukan observasi lebih dalam.

Masih kata Idhamsyah, setelah tiba di Bandarlampung, pada pukul 05.00 WIB subuh, kondisi Aulia Rahma sempat membaik, karena terdengar dengan jelasnya, Aulia menjerit dari dalam ruang perawatan itu.

“Emakkkk….sakittt…suara itulah yang terdengar begitu lantangnya sehingga keluarga merasa aman kalau keponakan saya itu bisa sembuh,” katanya.

Akan tetapi sambungnya, setelah menjerit Aulia kemudian tampak terdiam dalam posisi yang tenang. Kemudian setelah Dua jam lebih berselang tepatnya pada pukul 07.15 WIB, Keponakannya tersebut t sudah meninggal dunia.

Fase kritis yang sempat dilalui korban sebelum akhirnya meninggal dunia di awalai dengan suhu tubuh terasa dingin seperti es. Setelah itu keluar darah dari hidung dan dubur korban. “Fase kritis yang di lalui keponakan saya itu diperkirakan terjadi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.15 WIB,” terangnya.(fer/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 4 Februari 2020

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline