Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Feb 2020 21:19 WIB ·

Data Pasien DBD di Lampura Simpang Siur


 Caption  : Tampak dua orang staf Puskesmas Bukit Kemuning Saat tengah menunjukan data pasien DBD. Foto Pranata Riano
Perbesar

Caption : Tampak dua orang staf Puskesmas Bukit Kemuning Saat tengah menunjukan data pasien DBD. Foto Pranata Riano

KOTABUMI — Data penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) patut dipertanyakan. Lantaran adanya ketidaksamaan antara jumlah data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat dengan jumlah pasien positif DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit, serta sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada diwilayah tersebut.

Caption : Eka Antoni, Kepala Puskesmas Ogan Lima saat dijumpai Radar Kotabumi belum lama ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Neli Kusriyanti sebelumnya menyebut, hingga kini pihaknya mencatat ada 70 pasien positif DBD. Dari jumlah itu satu diantaranya tecatat meninggal dunia. Korban meninggal yakni pasien asal Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, atas nama Aulia Rahma (12).

“Untuk Januari ada 54 pasien, ditambah 16 pasien di bulan Februari. Jadi total keseluruhan sebanyak 70 pasien. Memang kalau yang masuk di data Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) seluruhnya berjumlah 86 orang, dan belum itu belum pasti positif DBD” katanya.

Namun beberapa diantaranya memang positif DBD. Seperti yang diungkap Lukmansyah warga LK I / RT I Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, saat dikonfirmasi Radar Kotabumi. Disebutkan anaknya Luchi Amanda Putri yang masih berusia 12 tahun tersebut di positifkan terjangkit virus DBD.

Pelajar kelas VII MTS Negeri 2 Kotabumi ini telah mendapatkan perawatan medis di RS Ryacudu selama empat hari.

“Ada siswa yang lainnya yang terkena DBD salah satunya anak saya. Saya berharap ini menjadi perhatian khusus untuk sekolah maupun dari Diskes. Karena sangat di khawatirkan penyebaran DBD ini akan semakin meluas ke warga dan murid-murid yang lainnya,” katanya Jum’at (7/1) sekira pukul 10.00 WIB.

Berbanding terbalik dengan data yang berhasil dihimpun oleh team Radar Kotabumi. Pasalnya seratusan warga Lampung Utara terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Data tersebut diperoleh dari beberapa rumah sakit, untuk RS Ryacudu tercatat ada 130 pasien, RS M. Yusuf Kalibalangan ada 25 pasien dan RS Handayani ada 70 pasien DBD serta Rumah sakit Medika Insan Bukit Kemuning sebanyak 18 pasien.

Sehingga total dari tiga rumah sakit tersebut ada sebanyak 243 orang pasien yang terkena DBD baik yang dirawat atau sudah pulang.

Entina Yati, Humas RS Ryacudu , Jum’at (7/2) mengatakan sampai kini pihaknya telah mendata ada 130 pasien yang dinyatakan positif DBD. Dari sebanyak 130 pasien tersebut masih di dominasi orang dewasa. Ada juga yang suspect sebanyak 15 orang pasien dimana trombosit pasien tersebut masih terbilang rendah.

” Pasien ada yang sudah pulang. Tetapi tetap dilakukan rawat jalan dan kontrol rutin. Dan yang untuk dirawat sampai hari ini totalnya sebanyak 22 pasien. 10 orang diruang penyakit dalam dan 12 orang pasien diruang anak,” katanya.(ano/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 10 Februari 2020

Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline