KOTABUMI — Komoditas bawang putih yang tersebar di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meroket drastis. Jika sebelumnya harga bawang putih tersebut hanya sebesar Rp 32 ribu/kg akan tetapi harga barang putih tersebut kini mencapai Rp 60 ribu/kg.
Menurut Anto Pani (40) pedagang bawang yang mangkal di Pasar Dekon Kotabumi, kenaikan itu tidak hanya membuat pembeli menjerit. Tetapi juga para pedagang merasakan dampaknya. “Harga bawangnya sangat tinggi mas, kalau biasanya saya bisa menjual 10 kg/hari, tetapi hari ini saya hanya bisa menjual 5 kg saja,” kata warga Kembang Tanjung Abung Selatan ini.
Anto berharap pemerintah bisa mencarikan solusi atas kenaikan harga komoditas bawang putih ini. “Kami memohon untuk pemkab setempat bisa mencarikan solusi dari komoditas bawang putih ini yang langka dan mahal ini,” katanya.
Dikatakannya lagi, selain bawang putih yang melonjak naik, terdapat sejumlah sayuran juga yang mengalami kenaikan seperti, rampai dan tomat.
Jika sebelumnya harga rampai sebesar Rp 12 ribu/Kg tetapi sekarang ini mencapai Rp 20 ribu/kg. Kemudian untuk harga tomat sebelumnya hanya sebesar Rp 6 ribu/kg akan tetapi sekarang ini mencapai Rp 15 ribu per Kg.
“Untuk bawang merah harganya masih stabil yaitu sebesar Rp 30 ribu/Kg dan cabai merah Rp 50 ribu/Kg,” katanya.
Sama halnya juga yang di ungkapkan oleh Tekad (62) pedagang lainnya, Ia menjelaskan kalau dirinya saat ini menjual bawang itu tak selaris sebelumnya.
Atas kelangkaan dan mahalnya harga bawang putih itu, dirinya terpaksa memutuskan untuk menaikan harga bawang tersebut menjadi dua kali lipat dari harga jual sebelumnya.
Dijelaskannya, sebelum naiknya harga bawang putih itu, dalam sehari dirinya mampu menjual 10 hingga 15kg bawang putih. Namun kini, dalam per harinya mampu menjual 5 kg saja, itu sudah luar biasa.
“Saya minta kepada Pemkab Lampura harus merespon komoditas yang bergejolak di pasar ini,” kata wanita paruh baya yang diketahui sudah berdagang di pasar tersebut selama 14 tahun lamanya.(fer/her)
Selengkapnya, baca edisi cetak 10 Februari 2020






