Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Feb 2020 21:27 WIB ·

Harga Bawang Putih Meroket, Tembus Hingga Rp.60 Ribu


 Caption foto : Anto Pani (40) pedagang bawang yang mangkal di Pasar Dekon Kotabumi, mengaku lesu. Kenaikan bawang putih yang signifikan membuat omzet penjualannya turun drastis
Perbesar

Caption foto : Anto Pani (40) pedagang bawang yang mangkal di Pasar Dekon Kotabumi, mengaku lesu. Kenaikan bawang putih yang signifikan membuat omzet penjualannya turun drastis

KOTABUMI — Komoditas bawang putih yang tersebar di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meroket drastis. Jika sebelumnya harga bawang putih tersebut hanya sebesar Rp 32 ribu/kg akan tetapi harga barang putih tersebut kini mencapai Rp 60 ribu/kg.

Menurut Anto Pani (40) pedagang bawang yang mangkal di Pasar Dekon Kotabumi, kenaikan itu tidak hanya membuat pembeli menjerit. Tetapi juga para pedagang merasakan dampaknya. “Harga bawangnya sangat tinggi mas, kalau biasanya saya bisa menjual 10 kg/hari, tetapi hari ini saya hanya bisa menjual 5 kg saja,” kata warga Kembang Tanjung Abung Selatan ini.

Anto berharap pemerintah bisa mencarikan solusi atas kenaikan harga komoditas bawang putih ini. “Kami memohon untuk pemkab setempat bisa mencarikan solusi dari komoditas bawang putih ini yang langka dan mahal ini,” katanya.

Dikatakannya lagi, selain bawang putih yang melonjak naik, terdapat sejumlah sayuran juga yang mengalami kenaikan seperti, rampai dan tomat.

Jika sebelumnya harga rampai sebesar Rp 12 ribu/Kg tetapi sekarang ini mencapai Rp 20 ribu/kg. Kemudian untuk harga tomat sebelumnya hanya sebesar Rp 6 ribu/kg akan tetapi sekarang ini mencapai Rp 15 ribu per Kg.

“Untuk bawang merah harganya masih stabil yaitu sebesar Rp 30 ribu/Kg dan cabai merah Rp 50 ribu/Kg,” katanya.

Sama halnya juga yang di ungkapkan oleh Tekad (62) pedagang lainnya, Ia menjelaskan kalau dirinya saat ini menjual bawang itu tak selaris sebelumnya.
Atas kelangkaan dan mahalnya harga bawang putih itu, dirinya terpaksa memutuskan untuk menaikan harga bawang tersebut menjadi dua kali lipat dari harga jual sebelumnya.
Dijelaskannya, sebelum naiknya harga bawang putih itu, dalam sehari dirinya mampu menjual 10 hingga 15kg bawang putih. Namun kini, dalam per harinya mampu menjual 5 kg saja, itu sudah luar biasa.

“Saya minta kepada Pemkab Lampura harus merespon komoditas yang bergejolak di pasar ini,” kata wanita paruh baya yang diketahui sudah berdagang di pasar tersebut selama 14 tahun lamanya.(fer/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 10 Februari 2020

 

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline